Sinopsis Gangaa episode 375 by Meysha Lestari. Sagar bertanya, "apa yang papa pikirkan?" Niru menjawab, "andai saja..." Niru berkata tentang masa lalu yang hadir kembali di hadapannya. Bayangan-bayangan kenangan yang kembali terpampang di hadapannya. Niru tertegun sesaat memikirkan semua itu. Sagar bertanya, "ada apa, papa?"
Gangaa juga heran melihat reaksi Rahat dan bertanya, "ada apa Rahat Ma?" Rahat tidak menjawab pertanyaan Gangaa. Untuk mengganti topik pembicaraan, rahat menyuruh Gangaa membuka laci meja yang tengah di mana tersimpan foto Zoya. Dengan ceria, Gangaa menurut. Dia membuka laci dan mengeluarkan sebuah pigura di mana terdapat foto Zoya. Rahat menyuruh Gangaa menilai seperti apa anaknya. Ganga memandang foto itu dan menjawab, "sp lovely..." Rahat memberitahu Gangaa seperti apa Zoya. Gangaa tersenyum senang. Rahat berkata kalau zoya sangat mirip denganya. Gangaa merebut foto Zoya dan berkata kalau pasti ada sedikit fitur ayahnya di diri zoya. Mendengar kata-kata Gangaa, Rahat kembali tertegun. Untungnya terdengar suara Preema memanggil Gangaa. Gangaa bergegas pergi. Rahat ma dengan sedih beruman, "tidak... aku tidak ingin mengenang masalalu.." Rahat menyentuh foto Zoya dan memmbelainya. Dnegan wajah sedih dia mendekat figura itu.
Sagar dan Niru masih berbincang-bincang di kedai teh. Niru berkata kalau masa lalu seseorang akan datang untuk menbayangi perjalanan hidupnya. Sesuatu yang seharusnya di lupakan akan muncul kembalis ewaktu-waktu. Sagar mengiyakan. Dia mencontohkan hidup Gangaa. Menurutnya Gangaa telah melewati satu putaran penuh dalam hidupnya, "kini dia telah kembali melanjutkan pendidikannya an harus berjuang untuk mendapatkan hak nya itu seperti saat dia kecil duliu..." Niru terhenyak mendengar kata-kata Sagar.
Esok harinya, Mahdvi dan Supriya sedang memilih gelang yang akan di pakai untuk merayakan Teej. Beberapa orang pria nampak sedang menghias rumah Chaturvedi. Turun dari lantai atas dan memlihat Madhvi dengan gembiranya saling memilihkan gelang bersama Supriya. Sagar menatap sekeliling. Saat dia menatap kembali ke arah Mahdvi dan Supriya, Madhvi telah berubah menjadi Gangaa. Dia sedang sibuk memilih gelang bersama Supriya.
Sagar menatapnya. Gangaa baals menatap Sagar. Gangaa mengambil gelang warna merah dan menunjukannya pada Sagar. Sagar menggeleng. Gangaa mengambil gelang warna hijau dan meminta pendapat Sagar. Sagar kembali menggeleng. lalu Gangaa mengambl gelang warna biru langit, Sagar mengangguk dan tersenyum. Gangaa terlihat gembira. Dia memaakai gelang itu di tanganya. Sagar menatapnya dengan mesra sambil tersenyum.
Tiba-tiba terdengar suara Madhvi menyapa Sagar, "hei Sagar, ada apa?" Sagar tersentak dari lamunannya. dan menjawab pertanyaan mahdvi dengan sedikit gugup. Mahdvi menyuruh Sagar menemani Supriya sementara Mahdvi beranjak pergi. Sagar menurut. Melihat kegembiraan SUpriya Sagar bertanya, "apa yang sedang berlangsung?" Supriya memberitahu Sagar kalau mereka akan merayakan Teej. Sagar tersenyum miris. Dia teringat kalau Gangaa sangat ingin merayakan Teej. Sagar memberitau itu pada Supriya. Melihat raut wajah Sagar saat mengatakan itu, Supriya tahu kalau Sagar sangat merindukan Gangaa. Supriya terlihat tegang. Saat dia bertanya apakah Sagar merindukan Gangaa? Sagar menajwab, "ku membenci dia!.."
Rahat pulang besama seorang pria. Diamemanggil Gangaa, Kashis, Dolly dan Preema agar datang. Setelah semua berkumpul, Rahat menyuruh para wanita agar memilih perhiasan dan gelang untuk merayakan Teej. Semua mengangguk dengan gembira.
DI rumah Chaturvedi, seorang pria datang sambil membawa banyak bungkusan. Supriya menanyai pria itu. Dia menjawab akalu itu kiriman dari orang tua Suprya. Supriya sangat senang mendengarnya. Supriya ingin mengambilkan pria itu sesuatu, tapi si pria menolak dan permisi. Supriya mengucapkan terima kasih padanya. Dia lalu membuka paket itu denga gembira. Nenek datang di iringi Prabha. Dalam paket itu ada hadiah untuk semua orang. Untuk Niru, untuk nenek, untuk madhvi. Dengan gembira Supriya mengulurkan hadiah untuk nenek dan menunjukan Saree untuk Mahdvi. Nenek menatap hadiah itu dan mengejek kalau itu barang murahan. Prabah menambahi kalau keluarga SUpriya mungkin tidak punya uang untuk membeli hadiah yang bagus. Supriya terlihat sedih.
Pria penjual gelang membuka dagangannya di hadapan Gangaa dkk. Dolly dan Preema memilih Saree untuk dirinya dan saling menyarankan warna. Melihat rahat hanya berdiri, Gangaa menyarankan agar dia juga memilih sesuatu. Tapi Rahat terlihat tegang. Tanpa bicara dia bergegas pergi kedalam. Gangaa merasa heran dan hendak mengikutinya ketika Kashis menarik tanganya agar duduk dan memilih gelang.
Madhvi coba menghibur Supriya dengan berkata kalau hadiahnya sangat bagus dan dia menyukainya. Mahdvi menitipkan pesan kalau SUpriya menelpon keluarganya agar mengucapkan terima kasih darinya. Prabah dan nenek mendengarkan dengan wajah sinis. Supriya tersenyum gembira mendengar pujian Madhvi. Mahdvi menyuruh Supriya memberitahu Maharaj ji agar merapikan semuanya. Supriya mengangguk, "ya..." Tapi saat dia hendak mengambil barang-barang itu dia bersitatap dengan Sagar dan teringat kata-katanya tentang Gangaa yang sangat ingin merayakan teej.
