Sinopsis Gangaa episode 374 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 374 bag 2 by Meysha Lestari.  Di dalam ruang meeting Gangaa masih meluahkan kekecewaannya pad Sagar. Dia berkata kalau Sagar tidak mungkin bisa seperti Niru yang selalu bisa membedakan persoalan pribadi dengan profesi. Setelah tak ada lagi yang ingin di katakan, Gangaa beranjak pergi di ikuti tatapan sagar. Dalam hati Sagar berkata, "seandainya saja kau tahu Gangaa..bahwa tuanmu, papaku yang tidak setuju dengan keputusan itu..."

Niru duduk menunggu di mobil sambil melamun. Dia teringat kenangannya bersama rahat di masa muda dulu. Niru memejamkan mata dan menggelengkan kepala untuk menghapus bayangan itu dari benaknya. Lalu dia mengeluarkan dompetnya di mana ada foto dirinya dan Madhvi. Niru lalu merogoh celah di belakang foto itu dan mengeluarkan foto cantik rahat.

Gangaa melangkah dengan wajah tegang. Dia teringat apa yang sudah di katakannya pada Sagar serta rekasi Sagar saat menatapnya.

 
Sagar datang dan masuk ke mobil. Niru kaget melihatnya dan cepat-cepat menyembunyikan foto rahat ke tempatnya semula. Sagar tidak melihat apa yang di lakukan ayahnya. Dia menatap ayahnya dan berkata, "kita peri papa?" Niru dengan sedikit gugup mengangguk. Sagar menatapnya dengan heran, "ada apa? apakah semuanya baik-baik saja?" Niru balas menatap Sagar dengan kiku, "ya..okey!" Sagar lalu menghidupkan mesin mobilnya dan meluncur pergi.

Rahat Ma menyambut Gangaa. Melihat wajah sedihnya, Rahat bertanya, "Gangaa, ada apa?" Gangaa mengungkapkan isi hatinya dan kesedihannya karena merasa kepercayaannya di khianati. Dan bagaimana dirinya sangat mebenci Sagar. Rahat memeluk Gangaa dan mengajaknya pergi.

Di Rumah Chaturvedi, Pulkit sedang menemani dokter menuruni Tangaa. Sampai di bawah, Doktermenyuruh Pulkit peri ke labaoratorium untuk memeriksakan sample darah itu sehingga mereka bisa tahu apa masalahnya. Prabha mengintip dari balik pintu dengan cemas, "ya tuhan, apa yang harus aku lakukan?" Pulkit dan dokterberpisah. Dokter keluar dan pulkit meninggalkan ampul darah besama mapnya di meja. Dia sendiri lalu kembali ke atas.

Prabha mengintip kembali dari balik pintu dan melihat ampul darah tergeletak di sana. Prabha segera berlari dan mengambil ampul darah itu. Rudra memergoki Prabha dan bergegas bersembunyi sambil mengawasi apa yang di lakukan Prabha. Prabha menatap sekeliling untuk memastikan tak ada orang. Dia berpikir untuk mengganti darah Supriya dengan darahnya. Prabha mengambil pisau dan melukai jempolnya. Lalu dia menampung darah itu kedalam ampul dan menukar ampul darah Supriya dengan darahnya. Saat Prabah mengembalikan ampul darah yang dikemas plastik pad atempatnya semula, Pulkit menegurya, "bibi.." Prabah kaget dan tegang. Pulkit menghampiri Prabha dan menatapnya dengan tatapan sedikit curiga. Untuk mengalihkan perhatian Pulkit, Prabah betanya tentang map yang di atas meja. Pulkit menjawab kalau itu miliknya. Pulkit pamit pergi. Prabah segera keluar dan sambil mengendap-endap dia membuang ampul darah Supriya ke tempat sampah. Begitu Prabha peri, Rudra datang dan memunggut mapul darah yang di buang Prabha.

Di rumah Rahat, Gangaa dan yang lain-lain sedang makan bersama hati riang. Rahat dan Gangaa memuji masakan Dolly. Begitu pula Preema dan Kashis. Dolly tersipu dan mengucapkan terima kasih. Sedang asyik mereka makans ambil berbincang-bincang, tiba-tiba hp Rahat berdering. Rahat terlihat sangat bahagia, "Zoaya telpon..." Dia bergegas mengangkat hpnya dan beranjak pergi sambil menyapa, "hallo..."

Preema dan Kashis terlihat antusias juga, "Zoya menelpon..." Dolly ikut senang. Hanya Gangaa yang binggung. Dolly memberitahu kalau Zoya adalah puteri Rahat.

Di seberang sana, Zoya mengucapkan salam pada Rahat. Rahat membalasnya dan menanyakan kabarnya. Zoya menjawab kalau kabarnay baik-baik saja. Diamemberitahu rahat kalau dia berencana akan datang ke banaras menjenguk Rahat. Rahat sangat senang mendengarnya. Belum selesai Zoya bicara, hpnya di rebut oleh suami Zoya. Suami Zoya memberi salam pada Rahat. Rahat membalasnya dengan tak kalah gembiranya. Zoya coba merebut hpnya dari tangan suaminya... keduanya terlibat pertengkaran kecil. Rahat tertawa gembira. Begitu Zoya berhasil merebut hpnya dia berkata sekali lagi kaalau dirinya akan datang ke Banaras dan mengucapkan selamat malam.

Gangaa melirik dengan gembira ke arah rahat. Dia senang melihat Rahat senang. Rahat kembali ke meja makan sambil tertawa senang, "ada kabar gembira..." Kashis dan Preema dengan antusias bertanya, "apa?" Rahat berkata kalau Zoya dan suaminya aktar akan datang ke Banaras. Kashis dan Premma berteriak gembira. Rahat berkata kalau dia akan mulai mempersiapkan semuanya. yang lain-lain ikut membantu.

Rahat berlari ke kamarnya dan mengeluarkan kain-kain sprei dan sejenisnya. Gangaa hendak membantu, tapi Rahat melarangnya. Keduanya lalu berincang-bincang. Gangaa bertanya tentang Zoya dan sumainya tinggal di mana. Rahat menjawab kalau mereka tinggal di Allahabad. lalu tanpa di sangaka-sangkah Gangaa bertanya tentang ayah Zoya atau suami Rahat. Rahat tertegun kaku. Wajahnya kelam membesi..

Sagar dan ayahnya berhenti di sebuah kedai. Niru larut dalam lamunannya ketika Sagar datang menyodorkan teh, "papa... ini!" Niru menerimanya. Sagar bertanya mengapa mereka berhenti di sini. Niru dengan emosional menjawab kalau dia merasa ingin saja. Sagar seperti mengeri keresahan ayahnya, "apakah ayah merasa kesepian dan banyak yang di pikirkan?" Niru tidak menjawab, dia teringat kembali kejadian siang tadi saat dia melihat Rahat dikampus Gangaa. Teringat itu wajah Niru menjadi tegang... SInopsis Gangaa episode 375 by Meysha Lestari.

PREV  1  2  NEXT