Sinopsis Gangaa episode 374 by Meysha Lestari.

Sinopsis Gangaa episode 374 by Meysha Lestari. Bu kepala  memberitahu Gangaa keputusan rapat dewan, "kau boleh kembali melanjutkan pendidikan di kampus ini..." Gangaa terpaku senang. Seulas senyum haru tersungging dibibirnya. Rahat dan lain-lain ikut merasa haru. Teman-teman pendukung Gangaa kembali bersorak mengelu-elukan Gangaa. Keberhasilan Gangaa mendapatkan haknya kembali untuk sekolah di siarkan secara langsung oleh sebuah stasiun Tv.

Dolly, Preema dan Kashis memeluk Gangaa secara bergantian sambil mengucapkan selamat. Bu kepala dengan tulus mengucapkan selamat dan berkata kalau dirinya sangat senang bahwa gadis yang pintar dan cerdas seperti dirinya menjadi siswa di kampusnya dan dia meminta Gangaa agar mengerti apa yangs udah terjadi. Bu kepala juga mengatakan kalau dewan komite juga senang dengan keputusan yang mereka ambil dan berharap yang terbaik untuknya. Ganga dengan rasa ingin tahu bertanya, "tapi bu, apakah semua anggota dewan setuju kalau saya kembali melanjutkan pendidikan di kampus ini?" Bu kepala dengan sedikit ragu menjawab, "tidak semua, tapi mayoritas setuju..hanay satu yang tidak setuju." Gangaa bertanya, "siapa?" Bu kepala minta maaf karena dia tidak bisa mengatakanya dan mengucapakan selamat sekali lagi sebelum melangkah pergi. Saat semua orang saling bicara dengan gembira Gangaa berpikir keras untuk menebak siapa yang tidak setuju dengan keputusannya itu, "aku tahu siapa orangnya.. yang tidak setuju dengan keputusan itu dan mengapa..."

 
Di ruang meeting, anggota dewan menyalami Niru sebelum pergi. Sagar membuka-buka buku voting dan mengetahui kalau hanya Niru saja yang tidak setuju kalau Gangaa melanjutkan pendidikannya di kampus itu. Sagar menatap ayahnya dengan rasa tak percaya. Setelah hanya tinggal berdua, Gangaa menanyai Niru, "papa, anda tidak setuju? Mengapa?" Niru menjaab, "bagaimana mungkin aku mendukung Gangaa setelah dia mengkhianati dan menghinamu dan keluarga kita?.." Niru mengingatkan Sagar apa yangs udah di lakukan Gangaa padanya dan dampaknya pada keluarga mereka. Sagar terhenyak mendengar luahan isi hati Niru, "....tapi papa, apa yang di lakukan Gangaa adalah hal yang benar.. dia berhak melanjutkan pendidikannya. Dan aku tidak bisa mencampur adukan masalah pribadi dengan profesional... dan aku belajar tentang itu dari mu saja paapa.." Niru menyela bahwa dirinya tidak bisa menunjukan rasa simpati pada gadis yang tidak mengerti apa itu cinta sejati.." Sagar menatap Niru dengan tatapan tertegun dia sama sekali tidak percaya kalau Niru bisa merasakan hal seperi itu pada Gangaa. Dengan suara menyesalkan Sagar berkata, "aku tak tahu papa, mengapa aku merasa bukan ayayhku yang berdiri di sini..tapi orang lain yang sedang membalas dendam.." Niru tidak menyahuti kata-kata Sagar. tanpa bicara dia beranjak pergi meninggalkan Sagar seorang diri dalam ruangan.

Begitu Niru pergi, Gangaa masuk sambil bertepuk tangan. Sagar menoleh kearahnya dengan tatapan ingin tahu. Gangaa dengan wajah kelam mengahmpiri Sagar dan berkata, "aku tahu apa yang sudah kau lakukan.." Sagar menatap Gangaa heran.

Dokter sedang mengambil sample darah supriya. Pulkit berlari-lari mengantarkan ampul darah di ikuti Prabah yang datang sambil membawkan susu. Pulkit menyerahkan ampul darah pada dokter. Dokter mengambilnya dan meletakkannya di atas meja. Prabah hendak menyodorkan susu pada Supriya, tapi nenek melarangnya. Di amenyuruh Prabah meletakkan gelas susu di meja. Dokter selesai mengambil darah dan menyimpannya dalam ampul. Sambil meletakkan gelas susu, Prabha mengambil satu ampul darah secara daim-diam.

Rudra datang dan segera menghampiri Pulkit, "bagaimana? Semua baik-baik saja?" Prabha terlihat tegang melihat kehadiran Rudra. Pulkit menjelaskan apa yang sedang di lakukan dokter pada Surpiya. Dokter memberi arahan akan apa yang harus di lakukan. Madhvi mengangguk mengerti. Prabah masih berdiri di samping nenek sambil memegang ampul darah curian. Rudra melirik kearahnya dengan curiga. Prabha terlihat sedikit salah tingkah.

Niru berjalan menuju tempat parkir sambil memikirkan kata-kata Sagar. Saat tiba di samping mobilnya, tanpa sengaja Niru menatap kearah kerumunan siswa yang mendukung Gangaa. Diantara kerumunan itu dia melihat Rahat. Niru tertegun kaku.

Dalam ruang meeting, Gangaa menyangkah kalau Sagar yang tidak setuju dengan keputusan dewan komite. Dia mengatai Sagar yang tidak-tidak dan membandingkannya dnegan Niru, "..aku menganggap dirimu dan ayahmu sebagai penegak hukum dan keadilan. Tapi aku tidak menyangkah kalau kau mengambil kesempatan untuk membalaskan dendam pribadi atas nama jabatan..." Gangaa menuduh Sagar tidak mengikuti Darma dan norma penegak hukum seperti ayahnya yang tidak mencampur adukan urusan pribadi dengan profesi. Mendengar celaan Gangaa, Sagar hanya terdiam. Dia tidak menyangkal ataupun berusaha menjelaskan. Dia hanya berdiri mendengarkan apa yang di katakan Gangaa.

Niru mashi tertegun menatap Rahat. Dia hendak melangkah ketika bu kepala datang menyapanya, "Mr Chaturvedi, ada apa? Apakah segalanya baik-baik saja?" Niru menjawab ya sambil menatap kearah di mana Rahat sebelumnya berada. Tapi Rahat sudah tidak ada lagi di tempatnya. Niru mngedarkan pandangan ke sekeliling tapi tak melihatnya. Bu Kepala ikut-ikutan menatap kearah yang dipandang niru. Niru menoleh karah bu kepala dan menjawab setenga terbata-bata, "ya..oke.." Lalu Niru kembali celingukan mencari Rahat. Bu kepala dengan heran bertanya, "apakah anda mencari seseorang?" Niru menyahut, "tidak.. hanya..tidak ada apa-apa... terima kasih." Bu kepala mengangguk lalu beranjak pergi. Niru tertegun sambil menyebut nama rahat, "Rahat..."

PREV  1  2