Sinopsis Gangaa episode 373 bag 2 by Meysha Lestari. Di dalam ruang meeting, semua orang terlihat tegang. Mereka membicarakan kelanjutan pendidikan Gangaa. Niru termenung dan teringat kenanagn Gangaa sejak pertama sekali dia membawanya kerumahnya, bagaimana dia selalu teguh dalam pendiriannya dan tidak akan goyah oleh tekanan. Suasana senyap itu di kejutkan oleh Sagar uang minta izin untuk mengatakan sesuatu sebelum pemungutan suara di mulai, "bolehkah?" mereka mengizinkan.
Gangaa berkata, "Nona Ganga Sukla henya memohon pada dewan agar bisa melanjutkan pendidikannya. Dalam padangannya, moral atau etikanya mungkin tidak sepadan dengan kita tapi satu yang pasti, bahwa tuntutan Gangaa tidak salah, tidak sah atau tidak benar dan dia tidak bisa di keluarkan hanya karena kehamilannya..." Anngota dewan komite kaget mendengar pendapat Sagar. Salah satu dari mereka bertanya, "tapi Mr Sagar, apakah ini tidak akan mempengaruhi mahasiswa yang lain? Dan memberikan contoh yang buruk?" Sagar menjawab, "contoh buruk? Kita akan memberikan contoh yang salah dengan merusak karier nona Gangaa sukla. Dan kita butuh pembicara seperti Gangaa Sukla yang tidak kenal malu untuk membawa perubahan di kampus ini. Dan untuk itu, saya tidak merasa keberatan kalau nona Gangaa melanjutkan pendidikannya di kampus ini. Itu saja..." Niru kaget mendengar opini Sagar. Sementara yang lain terdiam, coba meresapi kata-kata Sagar.
Sagar mempersilahkan agar voting di lanjutkan. Bu kepala mengingatkan Sagar akan kasus MMS palsu dan bagaimana mereka mendukungnya saat itu, "tapi kali ini, kami merasa di tipu dan di khianati.." Sagar tersenyum, "saya tahu apa bagaimana rasanya di khianati. Tapi saya tetap berdiri mendukung keadilan. Dan mungkin Nona Gangaa telah mengecewakan banyak orang dengan kelakuannya tapi meskipun begitu, saya tidka ingin kalau hak nya untuk belajar dan melanjutkan pendidikannya di cabut..." Sagar juga meminta mereka agar mau menerima pendapatnya dan mengizinkan Gangaa melanjutkan pendidikannya. Semua nya terdiam. Niru terlihat tegang. Sagar menatap Niru, Niru balas memandangnya. Untuk beberapa saat mereka saling bertatapan. Pemunggutan suara di mulai. Sagar telihat cemas camur tegang.
Doktter talah tiba di rumah Chaturvedi dan sedang memeriksa kondisi Supriya. Supriya sudah nampak tenang dan tidur sambil memejamkan mata semenaatara dokter memeriksa hasil X-ray dan seluruh keluarga cahturvedi mengelilinginya. Pulkit dengan cemas bertanya, "dokter apakah Supriya baik-baik saja?" Dokter menjawab, "hasil x-ray menunjukan kalau semuanya baik-baik saja. tak ada pembengkakkan, tak ada infeksi... oleh karena itupengamatan lebih detail di butuhkan untuk menentukan penyakitnya..." Nenek bertanya apakah bayinya baik-baik saja?" Dokter meminta nenek menanyakan itu setelah dia mendapatkan laporan lengkap. Dokter ingin mengambil sample darah Supriya. Madhvi bertanya, "apakah itu perlu dokter?" Doktermenjawab, "sangat du pelrukan. Dengan sample darah itu nanti kita bisa apakah ada yang tidak normal dalam tubuhnya. Mendengar itu, Prabah sangat cemas.
Pulkit bergegas peri mengambil ampul darah. Nenek menanyakan makanan apa yang bisa di berikan pada supriya. Dokter menjawab, "apa saja, seperti buah, sup.." Nenek menastika, "susu boleh?" Dokter mengangguk, "ya, boleh." Madhvi hendak bangkit untuk memgambilkan susu, tapi Prabha mencegahnya, "tidak usah, biar aku saja..." Madhvi mengalah, "ya sudah. Pergilah..." Nenek menyuruh Prabha agar mencucinya dnegan air hangat.
Di dapur, Prabha meluahkan kecemasannya. Jika sampai darah SUpriya di ambil dan di periksa, maka kebenaran tentang racun yang dia berikan akan terbongkar, "itu akan merusak segalanya. Pokoknya apapun yang terjadi, aku tidak boleh membiarkan bayi SUpriya terlahir kedunia..." Prabha mengingatkan dirinya sendiri akan sumpah yang sudah dibuatnya bahwa dia akan menghancurkan keluarga Chaturvedi. Tapi sekarang dia binggung harus bagaimana. Dia menuang susu sambil berpikir keras.
Dengan frustasi dan panik, Prabha membawa nampan berisi susu keluar dapur saat dia melihat Pulkit lewat di depannya sambil membawa ampul darah. Prabha tertegun..
Di kampus teman baik Gangaa berkata, "Gangaa, kami semua mendukungmu tapi sebaiknya kau juga mempersiapkan diri untuk sesuatu yang tidak di inginkan. Hanya untuk berjaga-jaga...jika pihak kampus tidak mengizinkan kau untuk tinggal.." Semua yang hadir setuju dan akan tetap memberi Gangaa full support. Gangaa terlihat tegang.
Bu kepala muncul dan memanggil Ganga, "Gangaa..." Gangaa menoleh, begitu pula yang lain. Bu kepala memberitahu mereka semua kalau dewan telah mengambil keputusan. Gangaa dan pendukungnya menunggu dengan harap-harap cemas... SInopsis Gangaa episode 374 by Meysha Lestari.
