Sinopsis Gangaa episode 380 bag 2 by Meysha Lestari. Supriya turun sambil membawa nampan. Dia memanggil Madhvi, "ma..." Semua orang menoleh. Supriya memberitahu kalau Ragini tidak mau makan karena Rudra tidak ada bersamanya. Semua terlihat tegang. nenek mengomel, "itu lihat... Rudra.. Rudra.."
Ragini sedang menangis di kamarnya ketika Sagar datang sambil membawa nampan makanan. Sagar duduk di depan ragini dan memintanya agar makan. Ragini menolak karena tidak ada Rudra. Ragini meminat Sagar memanggil kakaknya. Sagar terlihat prihatin melihat kondisi ragini. Sagar membujuk Ragini agar makan, tapi ragini tetap menolak. Untung Mahdvi datang dan menyakinkah dia kalau Rudra akan datang. Sambil menunggu kedatangan Rudra, Madhvi akan menemani Ragini. madhvi bertanya apkah Ragini mau mendengar sebuah cerita? Ragini terlihat antusias. Madhvi berkata kalau Raini harus makan sambil mendengarkan ceritanya. Ragini menurut. madhvi lalu bercerita sambil menyuapi raginu. Melihat upaya ibunya, Sagar merasa haru.
Gangaa membawa Rahat ke meja makan dan menyuruhnya makan. Rahat menolak, "Gangaa aku tidak mau makan.." Gangaa bersikeras membujuk Rahat agar makan, kalau bukan demi dirinya setidaknya demi Zoya. Rahat menurut. Gangaa menyuapi Rahat. rahat terharu atas perhatian Gangaa dan mengucapkan terima kasih atas dukungannya, "aku tidak tidak mudah melawan orang terdekat kita sendiri, terutama Sagar..." Gangaa mengangguk, "itu benar, tapi kita harus membela kebenaran..." Gangaa berkata kalau perjuangannya akan sulit tapi yang paling buruk adalah melihat orang yang sangat dia percayai mengkhianatinya seperi itu. Gangaa berjanji akan terus berjuang hingga Zoya mendapat keadilan dan meminta Rahat agar tidak bersikap resmi dan kaku padanya. Rahat tersenyum dan mengangguk.
Rahat lalu meminta agar Gangaa juga makan, "aku tahu kau tidak makan apa-apa sepanjang hari ini..." Gangaa mengangguk. Rahat lalu menyuapinya. Sambil makan, dengan sedikit segan, Gangaa bertanya, "boleh aku menanyakan sesuatu Rahat ma?" Rahat mengangguk, "tanyalah..." Gangaa berkata, "apa tidak sebaiknya memberitahu ayah Zoya tentang masalah ini?" Rahat tersentak kaget dan menatap Gangaa sambil menggeleng, "tidak! Tidak akan!" Gangaa merasa heran dengan sikap Rahat tapi tidak bertanya lebih banyak lagi.
Esok paginya, Sagar dan Pulkit besiap untuk pergi ke kantor polisi. Mahvdi mencegat mereka sambil membawa termos, "bawa ini dan berikan pada Rudra.." Sagar mengambil termos yang di siapkan ibunya dan pamit pergi di ikuti tatapan Madhvi. mahdvi melihat nenek terburu-buru dan menanyainya, "ammaji, ada apa? Kenapa nenek tidak pergi ke ghaat? Nenek memberi alasan kalau dirinya sedang tidak enak badan. Nenek menanyakan kedatangan Niranjan. madhvi menajwab kalau Niru akan datang agak siangan sedikit. Setelah berkata begitu, Madhvi pamit pad anenek hendak melanjutkan pekerjaannya. Sepeninggal Mahdvi, nenek berguman seorang diri, "aku tidak ingin Niru bertemu Rahat, karena itu aku tidak pergi ke Ghaat.."
Di kantor Polisi...
Zoya dan Gangaa duduk di depan inspektur dan menyerahkan file padanya. Inspektur sedang membaca file itu ketika Sagar dan Pulkit tiba. Sagar kaget karena keduluan Gangaa. Gangaa menatap Sagar. Sagar mendekati inspektur dan menyerahkan surat jaminan untuk Rudra. Inspektur memberitahu Sagar kalau tuduhan yang di alamatkan pada Rudra tidak bisa di jaminkan. Insoektur menunjukan dokumen yang sedang di bacanya. Sagar membawa dolumen itu dan melemparkannya ke depan Gangaa dengan geram, "ini semua poasti ulahmu. Bagaimana bsia kau meyalah gunakan hukum seperti ini?"
Zoya dan Gangaa duduk di depan inspektur dan menyerahkan file padanya. Inspektur sedang membaca file itu ketika Sagar dan Pulkit tiba. Sagar kaget karena keduluan Gangaa. Gangaa menatap Sagar. Sagar mendekati inspektur dan menyerahkan surat jaminan untuk Rudra. Inspektur memberitahu Sagar kalau tuduhan yang di alamatkan pada Rudra tidak bisa di jaminkan. Insoektur menunjukan dokumen yang sedang di bacanya. Sagar membawa dolumen itu dan melemparkannya ke depan Gangaa dengan geram, "ini semua poasti ulahmu. Bagaimana bsia kau meyalah gunakan hukum seperti ini?"
Gangaa berdiri dan menjawab, "aku hanya menegakkan keadilan dengan menggunakan ini, bukan berarti aku melanggar hak orang lain.." Pulkit menatap pertengkaran Sagar dan Gangaa. Gangaa melanjutkan kalau dia melakukan semua itu untuk memberi contoh. Sagar melarang Gangaa untuk bergembira dulu, "penolakan jaminan untuk Rudra bukan berarti kau menang. Ini tidak akan menjamin bahwa kau akan di permalukan karena asumsi-asumsimu yang salah.." Gangaa membalas, "aku tahu akan ada perjuangan sengit kedepan, tapi aku sudah siap untuk bertarung melawan dirimu.. lagi!" Sinopsis Gangaa episode 381 by Meysha Lestari.
