Sinopsis Gangaa episode 380 by Meysha Lestari. Zoya langsung menghampiri Rudra dan mencengkeram bajunya sambil menuduhnya. Rudra terlihat binggung dan coba melepaskan diri dari Zoya. Pulkit dan Sagar menolongnya. Sagar coba melepaskan cengkeraman Zoya sambil berkata, "apa yang kau lakukan!" Gangaa juga coba menenangkan Zoya dan berusaha menariknya mundur.
Begitu terlepas dari cengkeraman Zoya, Rudra dengan wajah bingung beranya, "suamimu..." Zoya menyela, "kau telah membunuhnya. Jangan bohong! Kau telah merenggut kehidupan kami..." Gangaa coba menenagkan Zoya dengan berkata kalau dirinya akan membantu Zoya mendapakan keadilan dan membuat Rudra menerima hukuman. Sagar tidak tahan menengarnya an berteriak lantang, "cukup Gangaa!" Semua orang tersentak kaget. Sagar dengan geram bertanya, "apa yang kau katakan? siapa gadis ini?" Gangaa menjelaskan siapa Zoya dan apa yang sudah di lakukan Rudra padanya dan suaminya. Ketika Gangaa menanyai Rudra, Rudra terlihat gugup. Gangaa merasa yakin kalau Rudra menyembunyikan sesuatu. Sagar tidak percaya Rudra bsia melakukan itu. Rudra mengatakan kalau dia tidak pernahbertemu Zoya dan baru kali ini dia melihatnya.
Zoya menyela dengan mengatakan kalau Rudra berbohong. Rudralah pelakunya, dia melihat dengan mata kepala sendiri Rudar menikam suaminya dan melecehkan dirinya. Sambil menangis histeris Zoya berkata kalau Rudra telah menghancurkan kedamian hidupnya. Semua orang tertegun mendengar tuduhan Zoya pada Rudra. Sagar coba membela Rudra dengan mengatakan kalau apa yang di katakan Zoya dan Gangaa tidak mendasar. Madhvi juga menegur dan menanyai Gangaa atas tuduhannya yang tiba-tiba. Nenek menyudutkan Gangaa dengan topik yang sama, bahwa Gangaa hanya ingin mencari perhatian Sagar saja. Gangaa menyangkal.
Lalu Rahat datang bersama polisi. DIa menghampiri Zoya dan memeluknya, "anakku...!" Nenek mengenali Rahat dan tersentak kaget. Dia heran bagaimana Rahat bisa ada di Banaras. Takut kalau Rahat mengenalinya, nenek segera beringsut dan bersembunyi di belakang tubuh pendeta yang tinggi besar sambil mengintip. Saat Rahat melihat wajah Rudra, dia segera melepas pelukannya pada Zoya dan menatap RUdra dengan tajam. Tanpa bis di cegah, rahat melangkah dan menampar Rudra dengan keras di saksikan semua orang. Mereka yang menyaksikan itu tersentak kaget. Belum hilang rasa kaget itu, Rahat segera mencengkeram Rudra dan meluahkan sedih dan geramnya, "kau telah mmbunuh suami anakku dan mengancurkan hidupnya..."
Sagar, Pulkit dan Gangaa coba menenangkan Rahat. Nenek yang mendengar kata-kata Rahat kalau Zoya adalah anaknya tersentak, "gadis itu, anak Rahat?" Nenek lalu menatap Zoya dengan rasa penasaran. Tiba-tiba terdengar suara inspektur yang berkata akan menangkap Rudra atas perbuatannyayang melanggar hukum. Sagar memberitahu polisi kalau mereka salah menangkap orang. Pulkit juga berkata kalau Rudra tidak mungkin melakukan hal itu. Tapi Polisi tetap pada keputusannya dan membawa Rudra pergi. Sagar berjanji akan membuktikan akan membebaskan Rudra. Rudra meminta Sagar agar menjaga Ragini selama dia tidak ada. Sagar mengangguk dan meminta agar Rudra tidak khawatir. Pulkit ikut pergi untuk menemani Rudra.
Nenek terlihat prihatin dan binggung. Rahat mengajak Zoya pergi. Gangaa hendak mengikuti mereka ketika Sagar dengan kasar meraih pergelangan tanganya. Gangaa menoleh menatap Sagar. Sagar balik menatap Gangaa dengan tajam. Sagar dengan geram berkata, "apa yang kau lakukan Gangaa? Bagaimana kau bisa menuduh kak Rudra yang sudah sangat baik pada keluargaku dengan tuduhan seperti itu?" Gangaa menepis tangan Sagar dan mebalas dengan berkata kalau keadilan harus di tegakkan dan yang salah harus di hukum. Sagar menjawab kalau Rudra belum terukti bersalah dan tidak yakin kalau Gangaa punya bukti yang bisa membuktikan kalau Rudra bersalah. Gangaa dengan jujur berkat akalaus aat ini dia tidak punya bukti, tapi dai berjanji akan mendapatkan bukti itu dan membantu Zoya mendapatkan keadilan. Sagar juga berjanji akan membuktikan kalau Rudra tidak bersalah. Gangaa menatap Sagar sekilas, lalu berbalik dan melangkah pergi.
Malamnya, nenek mondar-mandir gelisah di kamarnya. Dan berharap tidak ada yang tahu tentang Rahat dan Nirajan juga tidak boleh tahu tentang dia. Setelah apa yang terjadi antara Rahat dan Niranjan dan bagaimana ikatan yang ada antara keduanya, dia tidak ingin Rahat kembali dalam hidup Niranjan dan merusak ketenangan dalam keluarganya...apalagi sekarang Niranjan sudah menikah. Nenek tidak ingin masalah Rudra akan melibatkan keluarganya.
Mahdvi, Pulkit dan Sagar duduk di ruang tamu mendiskusikan apa yang terjadi pada Rudra dengan wajah tegang. Sagar bejanji akan berada di samping Rudra dan membantunya. Madhvi setuju apalagi selama ini Rudra selalu berada disampaing mereka dan membantu mereka keluar dari kesulitan seperti membantu Niru dan dalam masalah Prabha, "kini saatnya kita harus membalas kebaikannya..." Nenek mendengar kata-kata Mahdvi dan terlihat berpikir keras.
Pulkit juga mengungkapkan keraguannya, "...mengapa Gangaa dan Zoya menuduh Rudra kalau tidak ada sebabnya." Nenek muncul dan berkata kalau Pulkit benar. nenek duduk diantara mereka dan coba membujuk mereka agar tidak ikut campur dalam urusan Rudra, "kita tidak tahu apa yang bisa dia lakukan dan telah jadi apa dia. Setalah begitu lama kita tidak berhubungan dengannya.." madhvi menanyai nenek, "amma ji apakah anda meragukan Rudra?" Nenek menyangkal, "aku hanya ingin tidak membuat segala sesuatunya lebih rumit dengan melibatkan diri.." Sagar terlihat frustasi, "bagaimana bisa kita meninggalkan dia seperti itu dan tidak membantunya?" Nenek meralat, "kita akan membantunya, tapi dari jauh.." Nenek meminta Sagar memikirkan reputasi ayahnya dan apa yang akan mereka lakukan kalau Rudra benar bersalah. Sagar mementahkan semua perkataan nenek dan berkata kalau dirinya akan membela Rudra.
