Sinopsis Gangaa episode 396 by Meysha Lestari. Gangaa terdiam mendengar kata-kata kashis, dia tidak menyangkal tidak juga mengiyakan. Untungnya Krishna siap untuk berangkat untuk kelas menyanyi, sehingga Gangaa bisa menghindar dari pembicaraan tentang Sagar dengan Kashis. kashis menatap kepergian Ganga dengan tatapan prihatin.
Supriya menatap kepergian Pulkit dengan kesal. Zoya sambil tersenyum mendekatinya dan berkata kalau dia akan menemani Supriya ke Salon. nenek terlihat tidak suka. Supriya mengangguk senang. keduanya lalu pergi besama-sama.
Maharaj Ji datang untuk mengembalikan tashbih yang usdah di sucikan sekaligus memberitahu nenek kalau Niru menelpon, memintanya untuk mengirim hadiah ulang tahun untuk Krishna. Nenek baru teringat kalau hari ini adalah perayaan jasnashtmi dan ssangat menyesal karena telah melupakannya. Dia lalu menyuruh Maharaj memanggil becak, dia akan pergi ke kuil karena di sekitarnya tidak ada lagi harapan yang ada hanya keputusa asaan.
Gangaa dan Krshna baru keluar rumah ketika sebuah mobil berhenti. Krishan mengenalinya sebagai mobil Niru. SOpir keluar dan memberikan bungkusan pada Gangaa, hadiah ulang tahun untuk Krishna dari Niru. Mendengar itu, Krishna segera memeriksa isi bungkusan itu da sangat senang saat melihat sebuah rok baru yangs angat indah. Sopir Niru pamit. Krishna berjingkar kegirangan. Gangaa berniat menelpon Niru untuk mengucapkan terima kasih, tapi tidak tersambung.
Gangaa dan Krshna baru keluar rumah ketika sebuah mobil berhenti. Krishan mengenalinya sebagai mobil Niru. SOpir keluar dan memberikan bungkusan pada Gangaa, hadiah ulang tahun untuk Krishna dari Niru. Mendengar itu, Krishna segera memeriksa isi bungkusan itu da sangat senang saat melihat sebuah rok baru yangs angat indah. Sopir Niru pamit. Krishna berjingkar kegirangan. Gangaa berniat menelpon Niru untuk mengucapkan terima kasih, tapi tidak tersambung.
Di London, Madhvi sedang duduk sambil memandangi fotonya dan Niru. lalu dia menatap telpon dan mendial nomor rumah Chaturvedi.
DI rumah Chaturvedi, telpon berdering, maharaj mengangkatnya, "hallo.." Tidak ada suara dan lalu telpon terputus begitu saja. Zoya yang melihat itu bertanya, "siapa yang menelpon?" Maharaj menjawab, "seperti biasa, terputus sebelum membalas." Zoya heran dia pergi ke kantor Niru dan bertanya-tanya, "siapa gerangan yang menelpon rumah setiap hari." Sopir Niru datang. Dia coba memberitahu Zoya siapa yang menlpon tapi Zoya tidak percaya padanya. Melihat itu, Si sipor menarik tubuh Zoya mendekat dan ingin bermesraan dengannya. Zoya endorong tubuh sopir itu dan menyuruhnya duduk di kursi dan memanggilnya sayang. laki-lai itu dengan penuh harap duduk di kursi menunggu apa yang akan di lakukan Zoya. Zoya mengangkat kakinya dan menginjak dadanya, "kau ini hanya supir, jadi janggan macam-macam.." Zoya lalu menarik kembali kakinya dan menanyai si supir dari mana saja dia. Sopir menjawab kalau dirinyadari rumah Gangaa untuk menghantarkan hadiah ulang tahu Krishna dari Niru. Zoya kesal karena Niru menghabiskan banyak uang untuk Gangaa dan anaknya. Si sopir menjawab, "biar saja, diakan menantunya dan Krishna adala cucunya.." Zoya berkata kalau dia takut Niru menjadi dekat denga Gangaa dan Krishna, "untung Sagar menolak mengakui Krishna sebagai anaknya.."
Sagar pulang danmelihat Madhvi sedang menelpon. Dia sangat sedih melihat ibunya selalu menelpon rumah Chaturvedi setiap hari untuk mendengar suara Niru. Sagar menyapa ibunya dan bertanya, "apakah dia sedang mencoba mendengar suara ayahnya lagi?.." Madhvi meneteskan air mata, "akus udah coba untuk meluupakan semuanya, Sagar. Tapi tida bsia. Pulkit juga ada di sana dan jauh dari ku. AKu sangat menrindukan dia.." Sagar menyarankan agar ibunya menelpon kedua orang itu, tapi mereka tidak akan pernah pulang kerumah itu. madhvi terdiam. Sagar mengingatkan madhvi kalau Niru lebih memilih Zoya daripada dirinya, "aku tidak akan membiarkan ibu oeri kerumah itu.." mMadhvi meminta sagar mengatakan yang sebenarnya apakah dia tdiak merindukan mereka semua?
Dbanaras, nenekjuga bertanya pada Maharj Ji apakah sagar tidak merindukan mereka semua. maharj yakin kalau Sagar sangat rindu dan menyarankan agar nenek menelponnya. nenek ragu-ragu. Maharaj lalu beranjak pergi. belum jauh nenek memanggil Maharaj. Maharaj menoileh. Nenek bertanya, "apakah aku harus menelponnya?" Maharaj mengangguk lalu melangkah peri dengan sedih. Nenek berpikir sebentar lalau mengeluarkan hpnya.
