Sinopsis Gangaa episode 344 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 344 bag 2 by Meysha Lestari.  Selesai dengan para pengeroyok itu, Sagar segera berlari mengejar gangaa. Komplotan itu telah tiba di depan jeep, ketika Sagar berteriak menyuruh mereka berhenti. Bukanya berhenti, mereka malah cepat-cepat naik ke atas mobil dan melaju pergi. Sagar mengejar jeep yang melaju itu sambil berteriak-teriak memanggil Gangaa. Gangaa yang pingsan tersadar mendengar teriakan Sagar dan coba melepaskan diri. Gangaa berhasil membuat supir jeep menabrakan jeep ke tiang listrik. Mobil terhenti seketika. Sipir dan pembeli segera melarikan diri. Pendenta palsu juga mencoba kabur. Tapi Gangaa berhasil menangkap teman pendeta. Keduanya terlibat tarik menarik. Sagar datang membantu Gangaa menaklukan teman pendenta. Teman pendenta tersungkur di tanah. Smenetara Gangaa jatuh diatas tubuh Sagar.

Sagar dan Gangaa saling berpandangan untuk sesaat sebelum Sagar tersadar danbertanya, "gangaa, kau baik-baiks aja?" Gangaa mengangguk. lalu Pulkit datang bersama polisi. Sagar dan Gangaa segera bangkit. Teman pendeta palasu juga bangit dan dengan langkah terpincang-pincang hendak kabur. Tapi polisi keburu menangkapnya.

Nenek menghampiri Gangaa dan Sagar. Pulkit menanyakan keadaan Gangaa dengan cemas, "Gangaa, kau baik-baik saja kan?" Gangaa mengangguk. Gangaa melihat nenek, lalu tanpa perduli dengan keadaannya sendiri, Gangaa bertanay padanenek dengan cemas, "nenek, kau tidak apa-apa kan?" Nenek menatap Sagar dan Gangaa dengan perasaan bersalah. Dia lalu menangis sambil memeluk Gangaa. Keduanya saling berpelukan di saksikan polisi dan semua orang.

Nenek berkata kalau dirinya senang, Gangaa selamat, "maafkan aku... karena aku ingin menyelamatkan Sagar aku tidak bsia melihat keplasuan dan niat mereka..." Gangaa melarang nenek berkata begitu, "nenek, jangan khatair. Setidaknya kita sekarang tahu kebenaran tentang mereka..." Nenek dan Gangaa pun berpelukan. Sagar dan Pulkit menatap keduanay dengan lega. Polisi lalu berpamitan pada Sagar. Sagar mengangguk.

DI tempat lain, beberapa orang polisi sedang mengejar yash sambil berteriak menyuruhnya berhenti. Yash tidak mengidahkan peringatan polisi dan terus berlari. Polisi akhirnya menembak Yash. Tubuh Yash menegang seketika.. Prabah tersentak bangun sambil memanggil yash, "Prince!" Ternyata adegan itu bukanlah nyata, hanyalah mimpi Prabha saja. Prabah menghidupkan lampu dan menatap sekeliling, dia melihat Ratan duduk kaku di atas tempat tidur. Prabha heran dan menanyai Ratan, "mengapa kau belum tidur? Apakah kau baik-baik saja?" Ratan menjawab, "aku baik-baiks aja Prabha." Prabha tidak percaya, "tidak, pasti ada sesuatu yang kau pikirkan!" Ratan meneriaki Prabha, dia berkat akalau dirinya tidak tahan dengan terang dan menyuruh prabha mematikan lampu. Awalnya Prabha tidak mengindahkan. Baru setelah Ratan meneriakinya dia mematikan lampu, lalu berbaring.

Ratan termenung. DIa teringat bagaimana rekan-rekan di kantornya membicarakan perbuatan Yash dan menghinanya serta membuatnya malu. DI tambah lagi, pimpinannya menyuruh ratan agar mengundurkan diri karena anaknay terlibat kasus pembunuhan. Ratan hanya bisa mengangguk pasrah. ratan berniat untuk peri dari rumah dan menulis surat untuk Prabha tapi dirinya tak tega.

paginya, Sagar berdiri di atas balkon sambil mengerak-ngerakan tubuhnya. Dia melihat Gangaa sedang memberi makan jalebi sambil mengelus-ngelus bulunya. sagar menatapnya sebentar alu masuk kedalam. Tak lama dia keluar lagi dengan sebuah timba yang telah di beri tali dan sebuah notebook di dalamnya. Sagar mengangsurkan timba itu ke bawa. Gangaa menoleh keatas. Sagar memberi isyarat pada Gangaa agar memeriksa notebook dalam ember itu. Gangaa menurut. DI amengambil note itu dan membuka lembarannya. Di alamnya ada tulisan. Gangaa membacanya, "aku akan selalu berada di sisimu ketika kau mendapat masalah dan tidak akan embiarkan kau terpuruk sendirian. Percayalah padaku!"

Gangaa menatap Sagar. Sagar memberi isyarat agar Gangaa membalas pesan itu. Gangaa menatap isi timba dan melihat pulpen. Dia mengambil pulpen itu dan menulis sesuatu. Setelah selesai dai memasukan notebook itu kembali kedalam timba. Sagar menarik timba itu keatas. Dengan tak sabar Sagar mengambil notebook itu dan membaca balasan darai Gangaa, "aku mengerti. Bahkan jiak kau tidak mengatakannya, aku tetap yakin abhwa selama ada dirimu, Gangaamu ini tidak akan menapat masalah."

Keduanay lalu saling pandang. Sagar menyuruh Gangaa menunggu karena dia ingin menulis sesuatu. Setelah selesai Sagar kembali menurunkan timba itu. Gangaa dengan antusias mengambil notebook itu dan membaca pesan Sagar, "ketika kau mengurus dan memberi makan binatang itu, aku melihat kau sangat mirip dengan nenek-nenek..." Gangaa menatap Sagar dengan tatapan judes. Sagar tersenyum. Gangaa meneruskan bacaannya, "tapi meski begitu kau tetap terlihat cantik..." Gangaa menatap Sagar dan tersenyum. Keduanay tersenyum. Sagar memberi isyarat dengan kedipan mata ... SInopsis Gangaa episode 345 by meysah Lestari

PREV  1  2  NEXT