Sinopsis Gangaa episode 345 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 345 by Meysha Lestari. Sagar memberi isyarat pada Gangaa agar membalas pesannya. Gangaa lalu menulis pesan di notebook. Setellah selesai, dia meletakkan kembali di timba. Sagar dengan rasa ingin tahu menarik naik timba itu dan mengambil notebooknya. Sagar membuka notebook dan membaca pesan Gangaa yang isinya, "kau juga akan terlihat setua binatang ini kalau kau tua nanti..." Sagar memberi isyarat dengan dagunya sebelum membuka halaman berikutnya di mana ada gambar kepala monyet. Melihat itu, Sagar pura-pura kesal. Gangaa menertawainya. Sagar bernajak pergi. Gangaa menyuruh Jaebi Prasad pergi. Gangaa masih berjongkok sambil mengusir-usir Jalebi ketika Sagar datang dengan membawa gembor berisi air. Tanpa pikir panjang, Sagar menyiramkan air itu pada Gangaa. Gangaa tersentak kaget dan bergegas berdiri. Sagar tertawa terbahak-bahak. Gangaa dengan kesal meneriakai Sagar, "Sagar, apa yang kau lakukan?" Sagar menunjuk Gangaa dengan puas. Gangaa dengan marah, Gangaa berkata kalau dia akan naik ketas untuk memberinya pelajaran. Tanpa menungu sahutan Sagar, Gangaa tergopoh-gopoh masuk kedalam.

 
Di dalam rumah, Pulkit, Madhvi dan nenek sedang menemui inpektur yangd atang untuk mengembalikan perhiasan nenek. Inspektur berkata, "kami berhasil mendapatkan kembali perhiasan anda, tapi tidak uang cashnya..." Pulkit menerima perhiasan itu dan menyerahkannya pada madhvi. Madhvi hendak menyerahkan bungkusan itu pada nenek, tapi nenek tak mau menerima dan hanya berkata, "cukuplah kita mendapatkan kembali perhiasan dan gadis itu dengan selamat. Kami tidak butuh apa-apa lagi."

Gangaa datang. Dia melihat percakapan serius itu dan mendekat diam-diam sambil merapikan rambutnya. Wajahnya terlihat sedikit tegang. Dari atas tangga, juga muncul Sagar. Keduanya di pertemukan di ruang keluarga itu

Pulkit menjabat tangan inspektur dan mengucapkan terima kasih. Madhvi juga mengucapkan terima kasih, "ayah Pulkit akan senang kalau dia pulang nanti..." Sagar melirik Gangaa, begitu pula sebaliknya. Sagar mengoda Gangaa dengan matanya sambil menahan senyum. Gangaa pura-pura kesal, tapi tak juga tak mampu menyembunyikan senyuman.

Inspektur memberitahu bahwa telah menangkap komplotan penjahat itu, "mereka selalu berkelompok dan bekerja sama dalam menipu orang dengan cara itu..." Nenek terlihat sedikit tegangd an salah tingkah. Dia melirik anggota keluarganya bergantian yang kesemuanya juga sedang balas menatap nenek. Dengans edikit kakau nenek berkata, "aku sangat menyesal. tapi kini aku telah menyadari kesalahanku. Untuk selanjutnya aku tidak akan dekat-dekat dengan orang seperti mereka. AKu senang mereka sudah tertangkap..." Mendengar kata0kata nenek, semua orang menarik nafas lega. Maharaj datang menawarkan kudapan dan air minum pada inspektur. Inspektur menolak, "tidak terima kasih. AKu harus segera kembali ke kantor polisi. Aku pergi dulu.." Inspektur pergi dan berpamitan. Sagar mengucapkan terima kasih padanya. Inspektur mengangguk. Lalu Pulkit mengantarkan inspketur keluar.

Madhvi terlihat lega, "segalanya telah terlihat kembali normal. Begitu ayahmu pulang nanti kita bisa mengadakan Shanti Yagna. Sehingga kedamaian bis akembali dalam rumah ini." Pulkit kembali setelah mengantar inspketur. Nenek berkata, "entah mengapa aku merasa kalau kesulitan besar masih akan datang mengadang di dean kita..." Madhvi dan Ganga terlihat khawatir. Sagar menghampiri nenek dan duduk di depannya, "oh nenek, jangan berpikir seperti itu...." Pulkit juga setuju. Mereka lalu bercakap-cakap dengan gembira dan merencanakan sebuah perjalanan bersama ke Allaahad untuk melihat Sangan.

Sedang asyiknya mereka berbincang-bincang, tiba-tiba hp berdering. Madhvi mengangkatnya. Begitu menyapa hallo... wajah mahdvi langsung berubah tegang. Dia bahkan sampai tersentak berdiri, "apa? Itu tidak mungki!" Madhvi meminta orang di seberang telpon sana tidak cemas, karena dirinya akan segera datang. Semua orang menjadi tegang melihat raut wajah pucat Madhvi dan kata-katanya. Sagar bertanya, "ada apa mami?"

madhvi, Sagar, Pulkit dan Gangaa ada di rumah Prabha. Sagar membacakan surat yang di tinggalkan Ratan untuk Prabha. Semua orang tegang mendengar isis surat itu. Prabha sambil menangis dan dengans uara terbata-bata menceritakan apa yang telah terjadi semalam. Dia sangat terpukul atas kepergian Ratan dan tidak bisa di hibur lagi. Prabha berkata kalau dirinya tak ingin sesuatu terjadi pada Ratan. Prabha bertanya pada Mahdvi dan Sagar, "dia ...dia tidak akan bunuh diri kan?" Mahdvi menjawab, "tidak Prabha, itu tidak akan terjadi. Jangan berkata begitu. Kita akan mencari ratan bersama-sama." Prabha mengangguk mengiyakan. Madhvi lalu menyuruh Sagar dan Pulkit pergi mencari ratan, "aku akan menelpon papa kalian..." lalu kata Mahdvi pada Prabha, "ya, Prabha, jangan khawatir..." Pulkit dan Sagar hendak peri ketika Gangaa mengingatkan mereka agar pergi ke kantor polisi kebih dahulu untuk membuat laporan orang hilang. Sagar mengangguk. Sagar berpesan pada ibunya agar tidak memberitahu nenek dan Supriya, "nanti mereka ikut cemas.." Sagar dan Pulkit bergegas pergi. Mahdvi masih berusaha menenangkan Prabha yang terus meneru sberguman, "tidak boleh terjadi  sesuatu padanya... tidak boleh!"

Di sebuah jalan, terlihat Ratan melangkah tanpa gairah. Wajahnya terlihat penuh kesedihan dengan mata yang sayu. Kata-kata hinaan dari orang-orang dan rekan kerjanya terus bergema di telinganya. Dia merasa sangat di permalukan ketika bosnya meminta dia mengundurkan diri. Tiba-tiba Ratan merasa pusing. Dia melangkah ke sebuah pohon dan tersungkur pingsan di bawahnya. Seorang pria melihat itu dan menghampir Ratan. Pria itu bukannya hendak membantu Ratan tapi berniat merapoknya. Dia menggeledah kantong baju Ratan lalu menarik tubuhnya ke suatu tempat.

Sagar berdiri dengan tegang di depan kantor polisi ketika Pulkit datang. Pulkit bertanya, "mengapa kau menyuruhku datang ke sini? Aku sudah mencari kemana-mana taapi belum menemukannya." Sagar membeirtahu Pulkit kalau dirinya sudah peri ke kantor polisi untuk melaporkan orang hilang, "inspektur memberitahuku kalau telah terjadi sebuah kecelakaan di sana. Mereka bilang telah menemukan mayat seorang pria dan menduga kalau mayat itu bisa saja paman kita.." Pulkit kaget, "apa?" Sagar berkata lagi, "mereka menyuruh mengidentifikasi mayat itu. Aku tidak tahu harus bagaimana, karena itu aku memanggilmu kemari.." Pulkit bertanya, "Sagar, apakah kau sudah melihat dan mengenalinya?" Sagar menggeleng, "tidak. Polisi menginginkan orang terakhir yang melihatnya hidup yang harus mengidentifikasinya. Karena itu aku memanggil semua orang termasuk bibi Prabha karena dia yang melihatnya hidup untuk terakhir kali.." Pulkit bertanya, "apakah kau sudah beritahu mereka tentang mayat itu?" Sagar menggeleng.

Prabha, madhvi dan Gangaa datang. Sagar memberi isyarat pada Pulkit meihat kedatangan wanita dalam keluarganya. Pulkit menoleh tanpa bisa menyembuyikan ketegangan di wajahnya. begitu pula Sagar. Melihat itu Madhvi dan Prabha menjadi curiga. Kata Prabha, "ada apa Sagar? Apakah kau mengetahui sesuatu?" Sagar terdiam tak tahu harus menjawab apa. Madhvi menyruh Sagar mengatakan sesuatu. Gangaa juga menatap Sagar dengan wajah tegang.

Pulkit mengajak mereka masuk kedalam. Prabha memaksa mereka untuk mengatakan sesuatu, "katakanlah! Ada masalah apa?" Pulkit tetap tidak mau menjawab, dia mengajak semua orang masuk kedalam. Madhvi mengajak Prabha menuruti permintaan Pulkit. Mereka semua lalu masuk kedalam kantor polisi.

PREV  1  2