Sinopsis Gangaa episode 345 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 345 bag 2 by Meysha Lestari.  Sampai di dalam, Mahdvi bertanya, "ratan di mana?" Polisi menyambut mereka dan bertanya, "apakah kalian sudah siap untuk melakukan identifikasi?" Mahdvi dan Prabah kaget. Prabha bertanya, "identifikasi apa? Tolong katakan! Kenapa kalian diam? Katakan seusatu?" Madhvi memberanikan diri untuk bertanya, "ya inspektur, apa yang anda katakan? Kenapa harus melakukan identifikasi?" Sagar menjelaskan pada Madhvi, "ya ibu, telah terjadi kecelakaan di dekat terminal bis. Dan kita perlu melakukan identifikasi mayat." Prabah menyangkal, "mayat? Tidak, dia baik-baik saja. Tidak terjadi apa-apa padanya. Aku tidak mau melakukan identifikasi. Aku akan pergi dari sini!"

Prabha beranjak pergi. Gangaa menahannya, "bibi, kami semua merasa tidak akan terjadi sesuatu pada paman. Tapi ini adalah cara yang paling baik untuk memastikan itu. Agar kita bisa merasa tenang dan itu bukan dia..." Gangaa berhasil meyakinkan mereka semua. Lalu mereka pun pergi menuju kamar mayat.

 
Di kamar mayat, dengan wajah tegang mereka semua mendekati sebuah mayat yang terbujur. Polisi hendak membuka tutup wajah mayat, Madhvi menolak untuk melihat, "tidak inspektur. Ini tidak mungkin adikku..." Inspektur memberitahu mereka kalau wajah mayat sangat rusak. Prabha penasaran. Polisi lalu memberikan barang-barang yang ditemukan di tubuh mayat. Prabha menerima barang-barang itu dan mengenalinay sebagai milik Ratan. DI situ juga ada KTP Ratan. Prabha memberikan barang-baarang itu pada Madhvi. Madhvi mengamatinya. Tak percaya begitu saja, Prabha membuka sedikit penutup mayat hingga terlihat lengan yang memakai baju yang sama yang di pakai Ratan. Prabah mengenali kalau itu baju Ratan dan lengannya Ratan. Semua orang terkejut dan terpukul. Prabah menangis histeris sambil memeluk tubuh mayat. Sementara madhvi histeris dalam pelukan Sagar. Mahdvi menangis histeris. Gangaa dan Pulkit coba membawa dia pergi.  

DI rumah Prabha, sedang berlangsung upacara duka cita. Prabha terduduk di lantai kamarnya dengan airmata mentes di pipi, menangis tanpa suara. wajahnya terlihat kosong, binggung dan shock. Nenek, Madhvi, Supriya dan para wanita duduk di luar di depan foto Ratan. Nenek menanyai Sudha apakah dia dan janda lain bisa menanganinya? Sudah menjawab, "sehausnya aku bisa. tapi entah bagaimana dengan dia." Mahdvi menyela, "ibu, aku tidak bisa melihat semua ini.." Nenek mengingatkan kalau ini adalah takdir yang harus di jalani oleh wanita seperi mereka. Prabha sekaranga dalah jandnya Ratan."

Seorang wanita datang membawa sare putih dan menunjukannya pada Sudha. Sudha mengangguk, lalu mengambil nampan berisi sare dan gunting, dan membawanya ke kamar Prabha. Sudha mengetuk pintu kamar Prabha memintanya untuk keluar. Nenek ikut berteriak memanggilnya, "buka pintunya menantu. kau tidak bisa lari dari kenyataan..."

Tiba-tiba pintu terbuka. Semua orang menatap dengan kaget. Prabha telah memakai saree putih. Semua orang berdiri menghampirinya. mahdvi menangis melihat itu. nenek menyentuh pundak mahdvi dan bertanya pada Prabha apakah dia bisa menerima semua itu? Prabha menjawab, "sekrang suamiku sudah meninggal. Tidak ada lagi gunanya lagi berdandan cantik, bukankah begitu nek?" Prabah lalau melangkah ke dinding dan memukulkan gelangnya di dinding hingga patah berhamburan. Semua orang menatapnya dnegan sedih dan iba. Prabha lalau membuka rambutnya dan meminta Sudha memotong rambutnya dan menyelamatkan dirinya. Sudah berdiri dengan tegang. Melihat itu Prabha memaksa, "kenapa kaka SUdha? Bukankah ini yang seharusnya? Suamiku telah meninggal sekarang aku adalah janda.."

madhvi menyela, "tidak Prabha. kau tidak perlu melakukan itu. " Nenek menyentuh madhvi. ganga juga melarang Prabha melakukan itu, "tidak bibi Prabha. Janga lakukan itu!" Prabah membentak Prabha, "mengap akau menghentikan aku untuk berduka? Aku tak bisa mengabaikan ritual ini seperi dirimu.." Prabha menyodorkan gunting pada Sudha, menyuruhnya memotong rambutnya lagi, "atau aku harus melakukannya sendiri?" Sudha mengambil gunting itu dan hendak memotong rambut Prabha.

Gangaa ingat perjuangan dulu untuk menolak ritual itu. Tanpa pikir panjang, Gangaa mengambil gunting dari tangan Sudha dan kompeln pada nenek, "cukup nenek. Ritual ini harsu di hentikan. Untuk apa?" Gangaa lalu bicara pada Prabha, "aku tahu bibi, kau melakukan ini dengan keinginanmu sendiri. Tapi aku tidak akan membiarkannya. Ritual seperi ini harsu di hentikan. Di mana istri menyiksa diri seolah-olah dia yang merasa bersalah atas kematian suaminya.."

Nenek mengur Gangaa. Tapi Gangaa menyahut, "...katakan padaku nenek, mengapa para wanita bertanggung jawab atas kematian suaminya?..mengapa para wanita yang di hukum? Mengapa?..." SInopsis Ganga episode 346 by Meysha lestari

PREV  1  2  NEXT