Sinopsis Gangaa episode 355 by Meysha lestari. Prabha membanting gelas minuman yang di bawanya hingga berhamburan di lantai. Prabha sangat kesal karena setiap rencana yang dia buat untuk mempermalukan Gangaa dan membatalkan pernikahan Sagar dan Gangaa selalu gagal, "...aku membuat drama itu untuk memisahkan mereka, agar Gangaa terhina dan di permalukan di hadapan semua orang. Tapi mereka malah semakin dekat...dan Gangaa selalu menang dalam setiap kesempatan.." Prabah sedang mengomel kesal ketika tiba-tiba Rudra muncul di belakangnya sambil bicara di telpon. Prabah menyangka kalau Rudra menegurnya. Dnegan gugup dan tanpa menoleh, Prabha menyahut, "tidak...tidak ada apa-apa.."
Rudra menutup telponnya dan berdiri menatap Prabha yang berbalik menoleh ke arahnya dengan gelisah. Rudra menanyai Prabha dengan heran, "apakah anda mengatakan sesuatu? Apa yang terjadi? Apakah anda tidak bisa minum Jus?" Prabah menatap Rudra denga wajah yang sudah terlihat tenang dan menjawab dengan kalem, "tidak bisa, aku adalah janda..." lalu tanpa memberi penjelasan lain, Prabha melangkah meninggalkan Rudra dengan tergesa-gesa. Rudra menatap tumpahan jus dan pecahan gelas yang berserakan di lantai. Dia mengambil pecahan gelas itu dan merasa heran melihat serpihannya...
Di kamarnya, Sagar dan Gangaa masih berdiri sambil berpelukan. Sagar yang setengah mabuk terlihat nyaman memeluk Gangaa. Begitu pula sebaliknya. Dengan mata terpejam Sagar berkata, "Gangaa kau tahu, aku selalu ingin memelukmu seperi ini, dalam dekapanku, jauh dari semua masalah dunia..." Gangaa tersenyum dan balas memeluk Sagar dengan erat. Tiba-tiba terdengar suara petir. Ganga tersentak kaget dan melepas pelukan Sagar, "mau hujan...aku harus pergi.." Tapi Sagar tak mau melepaskan Gangaa. DIa menatap gangaa dengan sayu dan berkata, "..aku tak ingin kau mengingat apapun, hanya kau dan aku. Dan jika ada yang lain maka itu hanya cinta. Cinta kita.." Gangaa sedikit tersipu mendengar ungkapan cinta Sagar.
Gangaa menyandar di dinding dan Sagar menghimpitnya. Sagar membelai lengan Gangaa lalu menyentuh wajahnya dengan mesra. Tubuh Gangaa bergetar menikmati sentuhan Sagar. Sagar membelai pipi Gangaa dan mendekatkan wajahnya. Kedua wajah mereka sangat dekat. Ketika Sagar hendak menciumnya, Gangaa mendorong tubuh Sagar dan coba melangkah pergi. Tapi Sagar berhasil menarik dupattanya. Gangaa tersentak kaget sekaligus senang. Dia tersenyum malu dan menoleh menatap Sagar. Keduanya saling bertatapan.
Sagar menyentakkan dupatta Ganga sehingga Gangaa tertarik ke arahnya. Sagar memeluk gangaa. Keduanya menyadari kedetakan yang sedang terjadi. keduanya saling berpandangan lama. Berkali-kali Sagar memutar tubuh Gangaa dan menangkapnya kembali. Setelah cukup lama, Sagar lalu membopong tubuh gangaa dan membawanya ke kamar. Sagar mendudukan Gangaa di tepi tempat tidur sementara dirinya jongkok di depan gangaa. Tangannya meraba wajah, "kau sangat cantik Gangaa..." Ganga terlihat nervous dan bergegas bangkit, tapi Sagar cepat-cepat menarik dupattanya. Satu kali sentak, tubuh Ganga kembali dalam pelukan Sagar. Gangaa terlihat tegang. Sagar
memeluk Gangaa dari belakang, mencium pundaknya yang teruka. Gangaa mengepalkan tanganya coba menahan diri agar tidak larut dalam kemesraan Sagar. Gangaa coba melepaskan diri, "tidak Sagar..." Gangaa membalikan bdan menatap Sagar, "..kita belum menikah." Sagar menyentuh pipi Gangaa dan menjawab, "Gangaa, kita sudah menikah sejak dulu, dan tidak melakukan apapun yang salah.." Gangaa menyela, tapi Sagar menyuruhnya diam.
memeluk Gangaa dari belakang, mencium pundaknya yang teruka. Gangaa mengepalkan tanganya coba menahan diri agar tidak larut dalam kemesraan Sagar. Gangaa coba melepaskan diri, "tidak Sagar..." Gangaa membalikan bdan menatap Sagar, "..kita belum menikah." Sagar menyentuh pipi Gangaa dan menjawab, "Gangaa, kita sudah menikah sejak dulu, dan tidak melakukan apapun yang salah.." Gangaa menyela, tapi Sagar menyuruhnya diam.
Sagar lalu menjauhi Gangaa dan mendekati meja di mana terdapat nampan buah dan sebuah pisau. Sagar mengambil pisau itu. Gangaa dengan kaget berseru, "Sagar! Apa yang akan kau lakukan?" Sagar mengiris jempolnya hingga berdarah. Gangaa dengan cemas mendekatinya, "Sagar...!" Dengan darah nya Sagar memasang sindoor di kening Gangaa dan berkata, "dengan sindoor ini aku membuatmu menjadi milikku selamanya. Ini semua sangat penting Gangaa, agar kau percaya kalau kita telah menikah dan sekarang kau telah menjadi milikku selamanya.." Gangaa terharu dan menitikkan airmata. Dia lalu meraih jempol Sagar yang terluka dan menghisapnya.
