Sinopsis Gangaa episode 388 by Meysha Lestari.

Sinopsis Gangaa episode 388 by Meysha Lestari. Madvi menghampiri Pulkit dan Sagar dan bertanya ada apa? Niru, Sagar dan Pulki terlihat tegang. Niru hendak mengatakan sesuatu tapi Sagar memengangi tanganya. Niru menatap Sagar dan menggeleng. Sagar mengalihkan pembicaraan dan menyuruh Pulkit dan Supriya agar membawa pergi ibunya. Pulkit dan Supriya berhasil mengajak Madhvi pergi. Niru terlihat sangattegang. Sagar meminta ayahnya agar tidak mengatakan sesuatu pada Madhvi karena ibunya itu sangat sensitif dan tidak akan mampu menerima kenyataan itu.

Di kamar, Maharaj ji menanyai Nenek karena telah berbohong dan bersumpah atas nama dewa. Padahal Maharj ada di sana ketika Rahat datang untuk mencari Niru dan mengatakan kehamilannya. Nenek menyuruh Maharj ji tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia melakukan itu semua demi keluarganya. Dia harus memikirkan perasaan maadhvi, "aku bisa menanggung dosa dengan berohong padanya, ta[pi aku tidak sanggup melihat keluargaku hancur...: Maharaj Ji terlihat bingung dan prihatin.

 
Di kantor Niru, peon menemuinya dan memberikan dokumen untuk dia tandatangani. Peon memberitahu kalau itu dokumen milik Gangaa yang sedang menunggu di luar. Niru menatap keluar jendela dan melihat Gangaa berdiri menunggu. Setelah membaca sekilas, Niru segera menandatangani dokumen itu dan menyerahkannya kembali ke peon. Peon mengambil dokumen yangd i sodorkan Nitu dan menyerahkan sebuah amplop padanya. Peon keluar menyerahkan dokumen pada Gangaa lalu pergi. Gangaa setelah memeriksa dokumennya juga langsung pergi. Sementara Niru dalam kantor membuka amplopyang di sodorkan peon dan membaca isinya.

Isi amplop itu adalah akte kelahiran Zoya. Di situ tertera nama Zoya Siddiqui, lahir tanggal 17 Agustus 1991 di Banaras dengan ibu Rahat Siddiqui alisa Rahat ma. Niru merasa heran, "bagaimana bisa?" Niru teringat pengakuan Rahat padanya kalau Zoya adalah anak Niru. Niru tertegun.

Sagar sedang menelpon ketika Gangaa mendekatinya dan menunjukan surat permintaan banding ke pengadilan tinggi. Pada Sagar, Gangaa berkata kalau dia akan memastikan Rudra akan di hukum seberat-beratnya., "kalian tidak bisa membeli keadilan..!" Sagar dengan kesal berkata kalau Gangaa keras kepala dan egois, "mengapa kau tidak bisa melihat kebenaran yang terpampang jela di depan matamu..." Ganga menyahut, "kau yang tidak bisa melihat kebenaran dalam keegoisanmu. Tapi aku memastikan semua kebenaran keluar dari diri seseorang.." Setelah berkata begitu, Gangaa bergegas pergi di ikuti tatapan cemas Sagar.

Tak lama Gangaa pergi, Rudra datang. Rudra memberitahu Sagar kalau dia telah bertemu Zoya atas penggilannya dan merekam semua yang mereka bicarakan. Sagar kahet, "apa?" Rudra memberitahu kalau dia memasang kamera di kancing bajunya dan merekam pengakuannya, "ini lihat!" Rudra mengeluarkan Androidnya dan membuka rekaman Zoya. Sagar tertegun. Sagar melihat rekaman Zoya dari awal sampai akhir. Dia juga melihat bagaimana zoya mengaku kalau dia telah membunuh Akhtar dan ingin Rudar menikahinya. Setelah melihat rekaman itu, Sagr menajdi gusar. Dia sama sekali tak menyangka seorang wanita bisa beruat serendah itu, "dia mengkhiantai suaminya, dan Gangaa mendukung wanita seperti itu..." Sagar tertegun menyadari kenyataan itu dan berkata dengan sinis, "mengapa tidak? Gangaa juga melakukan hal yangs ama.." Rudra yakin kalau Ganga tidak tahu apapun tentang Zoya, "zoya bisa membodohi siapapun. Gangaa orang yang jujur dan lurus, dia pasti menyangkah wanita lain juga seperti dirinya. Dia hany percaya apa yang di katakanZoya. AKu tahu Gangaa dan Zoya dengan baik. Gangaa tidak mungkin mendukung orang yang salahh." Sagar setengah panik, "kalau seperti itu, kita harus segera menghentikan  Gangaa. Dia akan mengajukan banding di pengadilan tingi. kija kita menunjukan video ini di pengadilan, maka akan terbuki kalau Zoya berbohong, tapi dengan mendukung Zoya, karir Gangaa akan rusak.."

Tanpa membuang waktu, Sagar segera menelpon Gangaa. Tapi Gangaa mereject nya. Sagr terus mencoba dan akhirnay Gangaa mengengkat telpon Sagar. Sagar meminta Ganga untuk mendengarkan apa yang dia katan, :ini sangat penting.." Gangaa tidak mau mendengar apa kata Sagar juga tidak mau menemuinya. Gangaa lalu memutus telpon dan mematikan hpnya. Sagar sangat panik dan prihatin, "Gangaa telah menciptkana kekacauan untuk diriny sendiri. Dia tidak tahu kalau dia mendukung orang yang salah.." Sagar dan Rudra memutuskan untuk menemui Gangaa di rumahnya.

PREV  1  2