Sinopsis Gangaa-Santoshi Mahasangam by Meysha Lestari. Masih di pesta bibi Rani. Kakak ipar Santoshi, Madhu sedang berbicara dengan teman-temannya. Teman-temannya bilang kalau mereka datang untuk membantu memecahkan masalah Madhu. Madhu terlihat senang dan berkata, "aku akan mengadakan pesta untu kalian setalah pekerjaan ini selesai." Salah seorang dari wanita itu menyodorkan bungkusan kecil ke tangan madhu. Madhu menyuruh teman-temannya menyebarkan berita di pesta Rani kalau Santoshi sudah gila, "bubuk ini akan segera bekerja. Begitu Santoshi bertindak seperi orang gila, maka dia akan di kirim k erumah sakit jiwa.."
Gangaa menatap kedua tangannya sambil menangis. Dia teringat perlakuan nenek yang ketat padanya dahulu. Gangaa membatin, "aku sama sekali tidak menyangka, nenek akan membelaku hari ini dan menyatakan kalau aku adalah bagian dari keluarganya." Nenek datang menghampiri Gangaa dan bertanya dengan heran, "apa yang kau lihat di telapak tanganmu?" Gangaa menjawab, "aku melihat guratan nasibku..." Nenek heran, "sejaka kapan kau percaya pada garis-garis itu? Bukankah Gangaa menulis nasibnya sendiri..." Gangaa menyahut, "takdir menipuku dan aku kehilangan keyakinan pada gurtan-guranan ini. Hari ini aku kembali menyakini seolah-olah mereka telah membaca hatiku.." nenek terharu mendengarnya. Dia berkata, "cukup, nak. Kau mau menangis saja atau ingin memeluk nenekmu ini?" Gangaa menangis dan memeluk nenek, "aku setengah mati berusaha untuk mendapatkan cinta nenek.."
Gangaa bertabrakan dengan Madhu. Gangaa minta maaf. Madhu dengan sedikit kikuk bertanya tentang Santoshi. Gangaa juga sedang mencari Snatoshi. Madhu menggunakan kesempatan itu untuk bicara pada Gangaa, "Gangaa, jangan berasa buruk atas apa yang kukatakan. Semua orang mengatakan hal itu makanya aku juga mengatakannya. Kita hidup bermasyarakat dan leluhur kita yang membuat kebiasaan.." Santoshi datang menyela perkataan Madhu. Dia memarahi madhu karena bicara buruk tentang gangaa. Madhu tidak menjawab, dia hanya diam. Sementara Gangaa merasa sangat heran. lalu dengan sikap bossy, Santoshi menyuruh Madhu mengambilkan jus. madhu tidak membanta. Dia tersenyum dan bergegas pergi. Santoshi memuji Sare Gangaa. Gangaa hanya tersenyum.
Teman-teman Madhu mulai menyebarkan rumor kalau Santoshi menjadi gila setelah mengalami kecelakaan. Mereka mengatakan itu dengan wajah serius dan penuh percaya diri. Mendengar itu, para tamu yang mereke beritahu menjadi percaya.
Santaoshi dan Gangaa bicara berdua. Gangaa menberitahu Santoshi kalau dirinya sangat senang bertemu lagi dengannya, "terima kasih karena telah membela aku. AKu tidak percaya kalau diriku dan Sagar bisa bersatu.." Gangaa terus bicara sementara Santoshi menatap Ragini yang bergelayut manja di lengan Sagar dengan tatapan heran campur kesal. Gangaa bertanya, "Santoshi, maukah kau datang di pernikahanku?" Santoshi tidak menjawab, matanya terfokus pada Ragini dan Sagar. Gangaa mengulang pertanyaannya, "Santoshi, apa yang kau lihat? Maukah kau datang ke pernikahanku?" Santoshi tertawa, "ya..ya... aku suka dengan pernikahan dan sebagainya. Tapi kapan itu akan terjadi?" Gangaa tidak mendengar kata-kata terakhir Santoshi dan bertanya, "apa kau bilang?" Santoshi tertawa dan menggeleng, "tidak...!" Melihat ragini yang terus bergatut di lengan Sagar, Santoshi bertanya, "Gangaa, siapa gadis yang bersama Sagar? Apakah gadis itu benar-benar gila?" Gangaa menjelaskan, "dia masih kanak-kanak.. pikirannya seperti anak kecil. jadi dia membutuhkan aku.." Santoshi menyangkal, "tidak, menurutku dia membutuhkan Sagar. Dia bahkan mencium ladoo yang akan di berikan pada Sagar. Dia sedang tergila-gila pada Sagar...d" Gangaa menggeleng, "tidak. ragini tidak seperti itu." Santoshi menyahut, "ya sudah. Aku sudah memperingatkanmu..." Ganga permisi pada Santoshi akan menemui Sagar. Santoshi mengangguk.
Gangaa sedang merangkai bunga. Sagar memeluknya dari belakang dengan mesra. Gangaa merasa kikuk dan menyuruh Sagar melepaskan pelukannya. Sagar menolak. Gangaa memaksa. Setelah pelukan Sagar terlepas, Gangaa mengulurkan bunga pada Sagar. Sagar tidak mengambil bunga itu, dia malah memeluk Gangaa dan hendak menciumnya ketika Santosi muncul, "oh... adegan romantis. Sagar simpan adegan itu untuk bulan madu.." Sagar melepas pelukannya pada Gangaa dan tersneyum, "Santoshi, benarkah kau tidak ingat apa-apa?" Santoshi menjawab dengan cepas, "ya. Sejak kecelakaan itu, aku tidak ingat apa-apa." Ragini mengatai Santoshi Gila. Gangaa mengur Ragini dan emnyuruhnya minta maaf. Ragini memegang telinganya dan mengatakan maaf. Santoshi meliriknya dan mengangguk.
Tagini meminta Sagar agar mengambilkan es. Sagar menyuruh ragini mengambilonya sendiri. Ragini menjawab, "ok." Dia hendak peri ketika Sagar memanggilnya lagi, "eh dengar, ambilkan untukku juga." Ragini dengan tersenyum menjawab, "ok.." lalu pergi.
Madhu mengambilkan minuman untuk Santoshi. Sebelum memberikan gelas itu pada Santoshi, dia menaurkan bubuk pemberian temannya kedalam minuman itu. Setelah mengaduknya, madhu menyerahkan minuman itu pada Santoshi, "Santoshi, ini minuman yang kau minta.." Santoshi sedang sibuk memilih bunga dan memasangkan satu ke telinganya. Santoshi melirik gelas minuman di tangan Madhu dan berkata, "sekarang aku tak menginginkannya. Kau minum saja sendiri.." Madhu kaget dan terlihat kesal.
Ragini mencegat pelayan dan mengambil gelas yang ada di atas nampannya. Tapi karena cuma satu, dia menyuruh pelayan membawakan minuman satu lagi. Pelayan berkata kalau minuman dingin sudah habis. Dia menawarkan ladoo pada Ragini. tapi Ragini menolak. pelayan lalau peri. Ragini berpikir, "bagaimana cara mendapatkan minuman dingin untuk Sagar?"
Melihat sikap kasar Santoshi, madhu memakasakan diri tersneyum dan meminta maaf pada Gangaa sekali lagi. Gangaa menjawab, "tidak apa-apa..." Santoshi terbatuk-batuk kecil. Madhu menawarkan minuman dingin di tanganya. Santoshi menerima gelas minuman itu. Ragini melihat kalau gelas itu berisi minuman dingin. Dengan cepat dia melangkah ke arah Santoshi. Sebelum santoshi sempat meminum minuman itu, Ragini dengan cepat merebut gelasnya dan beberapa tetes dari minuman itu memercik ke wajah madhu. Madhu kaget dan segera mengusap percikan yang melekat di wajahnya. melihat itu Snatosi tertawa. Sedangkan Sagar menegur Ragini. Ragini berkat akalau dirinya inginkan minuman dingin itu untuk Sagar. nenekd atang dan mengajak Ragini pegri. Sementara gangaa mengantarkan Madhu melap wajahnya yang terciprat minuman ke washroom. Di luar toliet, madhu bertemu kedua temannya. Dia memberitahu mereka kalau rencananya telah gaagal. Temannya menenangkan Madhu, "jangan lahwatir, kita punya rencan lain.." Mereka lalu membisiki Madhu rencana mereka. madhu tersenyum senang.

