Sinopsis Gangaa episode 377 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 377 by Meysha Lestari. Sagar menghampiri Rudra, "bayi kak Supriya di bunuh? Maksudmu?" Rudra menjelaskan kalau seseorang dalam keluarga mereka yang tidak ingin bayi SUpriya terlahir pelakunya, "dia telah merencanakan semua ini selama berminggu-minggu..." Prabha menjadi sangat tegang. Nenek menyuruh Rudra memberitahu mereka apa maksud perkataannya. Rudra menunjukan laporan tes darah, "dalam hasil tes ini di ketahui aklau ada racun dalam darah Supriya. Dia telah beri racun yang bekerja secara perlahan-lahan..." Semua orang kaget. Rudra menunjukan hasil tes itu pada Sagar dan dia mengamatinya.

Madhvi dengan heran bertanya, "racun? itu tak mungkin..." Rudra menjawab, "seseorang telah membeir racaun pad SUpriya secara perlahan untuk membunuh bayinya." Nenek dengan rasa ingin tahu bertanya, "siapa? Karena Gangaa...." nenek menatap Gangaa yang terlihat tegang. Nenek berguman lirih, "tapi Gangaa tidak meungkin mencampur sesuatu dalam makanan..." udra menggeleng, "bukan Dadi, bukan Gangaa yang melakukannya. DI adalah anggota keluarga yang tinggal bersama kalian..." Semua orang saling tatap dnegan binggung. Prabha sangat panik. Sagar menyuruh Rudra mengatakan siapa orang itu. Rudra menunjuk Prabha, "Prabha mami...!" Semua mata menatap ke arah Prabha dnegan tatapan kaget dan tak percaya.

 
Prabha yang juga kaget segera menguasai diri dan menghampiri Rudra, "apa yang kau katakan? Kau menuduh aku pelakunya? Keluarga ini..keluarga ini adalah keluargaku satu-satunya..." Prabah menghampiri nenek, "nenek, aku selalu menjaga dan memperhatikan keluarga ini.........." Rudra menyela, "kau bohong!...kautidak pernah menganggap ini sebagai keluargamu. Kau menganggap mereka sebagai musuh. Kau diam di situ agar bisa membalaskan dendam anak dan suamimu..." Prabha coba menyakinkan nenek kalau apa yang di katakan Rudra bohong dan dirinya tidak bersalah. Prabah menyuruh Rudra menunjukan buktinya kalau dirinya yang meracuni Supriya, "katakan, mana buktinya?" Rudra diam sambil menatap Prabha dengan tajam.

Nenek bertanya apakah Rudra punya bukti? Rudra menjawab, "tidak nenek, aku tidak punya bukti. Tapi kau melihat Prabha mami membuang sample darah SUpriya dan menukar dengannya..." Rudra memberitahu mereka apa yang telah di lakukan Prabah dengan sample darah Supriya, bahwa dia telah membuangnya ke tempat sampah dan dirinya memunggutnya kembali, "ketika hasil tes menunjukan kalau darah Supriya mengandung racun, baru aku yakin.." Rudra mengatakan meski begitu dia punya bukti yang lain, "tentang kecelakaan yang menimpa Supriya yang menyebabkan dia kehilangan bayinya...." Sagar bertanya, "apa itu?" Rudra lalu mengeluarkan hp Ragini.

Kilas balik menunjukan bagaimana Rudra memergoki isi rekaman Ragini. Saat itu Ragini sedang ditenangkan oleh Dolly. Dolly menanyai Ragini makanan apa yang dia suka. Ragini mengatakan coklat. Di tengah pintu mereka berpapasan dengan Rudra yang datang untuk mengambil hasil tes darah SUpriya. Dia segera menyapa ragini. Melihat Rudra, Ragini lalu memeluknya sambil menangis. Rudra menenangkannya dan bertanya tentang yang lain. Lalu Rudar melihat Dolly dan bertanya, "anda..?" Dolly memberitahu Rudra kalau dirinya teman Gangaa. Setelah berhasil menenangkan Ragini, Rudra menyuruh Ragini bersama Dolly sementara dirinya akan menemui Sagar dan keluarganya. Ragini mengangguk. Saat Ragini hendak pergi dia menjatuhkan hpnya. Rudra mengambilkan hp itu dan tanpa sengaja melihat rekaman Ragini dimana terlihat Prabha sedang memercikan minyak asinan kelantai... Kila sbalik berakhir.

Rudra menunjukan rekaman itu pada Sagar. Mahdvi dan nenek ikut menyaksikannya. Mereka sangat terperanjat saat melihat Prabha ada dalam video itu sedang menjalankan rencama jahatnya. Madhvi berguman dengan nada marah, "prabha..." Semua mata tertuju pada Prabha. Prabha terlihat panik dan ketakutan. Mahdvi menghampirinya dan menamparnya dengan keras. Semua orang tertegun kaget. Madhvi berkata dengan menahan marah, "mengapa kau lakukan ini? Aku tidak menganggapmu sebagai ipar, tapi sebagai adikku sendiri. Tapi kau... bagaimana bisa kau berbuat seperi itu pada menantuku?... mengapa kau lakukan itu pada Supriya?" Nenek ikut menghampiri Prabha dan memarahinya, "hei janda Ratan, kau sangat keterlaluan...." Nenek lalu mengusir Prabha. Prabha panik, dia bersimpuh di depan nenek sambil memohon maaf. Ketika nenek tak mau memaafkannya dia berpindah pada madhvi, "maafkan aku kakak, aku telah hilang akal..." Nenekmelarang Madhvi memaafkan Prabha. Madhvi menurut. Dia membentak Prabah dan mengusirnya. Merasa tak ada yang bersimpati padanya, Prabha lalu pergi dengan wajah sengit penuh kebencian.

Madhvi dan nenek menoleh ke arah Gangaa. Madhvi menghampiri Ganga dan minta maaf karena menuduhnya yang bukan-bukan. Nenek juga ikut minta maaf denga suara terbata-bata. Tapi Gangaa menolak memaafkan mereka, "minta maaf dan menyesal tidak akan menghapus luka yang telah kalian goreskan di hatiku..." Dengan penuh rasa sesal Gangaa bertanya, "bagaimana nyonya bisa berpikir kalau aku bisa berbuat serendah itu? Dan jika kalian bisa berpikir seperti itu, kalian juga bisa berpikir apapun juga tentang aku.." Sagar mendengarkan kata-kata Gangaa dengan tegang. Mahdvi dan nenek tertunduk penuh sesal. Tanpa bicara, Gangaa beranjak pergi. Sagar mengejarnya, "Gangaa, tunggu... dengar, mami minta maaf, nenek juga minta maaf. Kau juga minta maaflah, lalu lupakan semuanya...!" Gangaa menyela, "bagaimana bisa aku minta maaf? AKu tidak melakukan apa-apa. dan lagi hanya permintaan maaf tidak akan cukup..." Sagar terdiam. Nenekd an madhvi tertunduk. Gangaa melanjutkan, "sangat mudah meminta maaf, tapi sangat susah untuk percaya... yang mana dirimu dan keluargamu tidak akan pernah paham.." Setelah berkata begitu Gangaa segera beranjak pergi di ikuti tatapan penuh sesal ari Sagar, Mahdvi dan nenek. Dolly yang mengikuti percakapan itu sejak awal ikut pergi membuntuti Gangaa.

PREV  1  2