Sinopsis Gangaa episode 378 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 378 by Meysha Lestari. Sagar duduk seorang diri di Bar. Dia sudah sedikit mabuk dan mulai berhalusinasi. Dia merasa melihat Gangaa menghampirinya dan mengulurkan tangan sambil tersenyum. Awaknya Sagar hanya menatap dengan takjub, tapi lalu dia menyambut uluran tangan Gangaa dan berdansa dengannya di iringi suara musik yang sedu mendayu. Cukup lama Sagar berkhayal, hingga pelayan bar menyentuhnya dan bertanya kalau-kalu Sagar menginginkan yang lain. Sagar tersentak dan cepatc-epat menolak. Pelayan pun pergi. Rudra datang sambil minta maaf karena dia mendapat panggilan dari klien nya. Sagar mengajak Rudra pergi dari bar itu. Rudra mengangguk, "okay..." Rudra melambai ke arah pelayan dan meminta bil. Setelah membayar bil nya, Rudra mengajak Sagar pulang.

Di rumah Rahat, Semua orang terlihat pnik memikirkan Zoya. Rahat menangis antara sedih dan binggung, takut anaknya kenapa-kenapa. Dia juga sangat panik saat melihat jam tangan Zoya yang pecah. Dolly coba untuk menenangkan Rahat dengan berkata, "mungkin Zoya pergi bertemu teman karibnya.." Tapi Rahat menyangkal, "kalau seperti itu dia pasti akan menelpon.." Preema mencari kemugkinan yang lain, "mungkin batterai hp mereka ngedrop.." Gangaa menjawab, "bagaimana mungkin? Kedua telpon mereka sama sekali tidak terjangkau..." Rahat benar-benar panik, dia ingin peri ke kantor polisi untuk membuat laporan orang hilang. Gangaa setuju. Rahat dan Gangaa berdiri bersamaan hendak pergi ketika dari arah pintu terdengar suara rintihan.

 
Semua menoleh ke arah pintu dengan wajah tegang. Terlihat Zoya muncul di pintu dnegna pakaian compang-camping dan wajah memar berdara. Dia menangis sedih dan kesakitan sambil memanggil REahat, "ammi..." Rahat berteriak kaget, "zoya...!" Dia bergegas menghampiri puterinya, di ikuti yang lain. Situasinya sangat mencekam. Rahat bertanya apa yang terjadi pada Zoya dan di mana Akhtar. Zoya dengan terbata-bata menjawab kalau Akhtar meninggal dan dirinya telah di lecehkan.Lalu dia histeris. Semua shock mendengar kabar itu. Gangaa sampai menangis, begitu pula Rahat dan yang lainnya. Gangaa bertanya, "siapa yang melakukannya Zoya?" Yang lain juga menanyaakan hal yang sama. Mungkin karena keletihan dan shock yang datang terlambat, akhirnya Zoya pingsan. Mereka semua terperanjat.

Sagar yang setengah mabuk tiba di rumah bersama Rudra. Sagar menolak untuk diajak masuk kedalam. Dia ingin peri ke rumah sakit untuk menjenguk SUpriya dan menemani pulkit. Rudra melaraang. Sagar memaksa. Rudar menjelaskan kalau Supriya dan Pulkit sudah pulang dari rumah sakit. Sagar berkata "kalau begitu aku mau peri menemui Gangaa saja, untuk bicara denganya..." Rudra coba membujuk Sagar. Tiba-tiba lampu ruangan menyala. Madhvi berdiri di tengah ruangan sambil menatap Rudra an sagar dengan heran.

Sagar kaget dan langsung diam. Mahdvi bertanya, "darimana kalian?" Tidak ada yang menjawab. Sagar menghampiri Madhvi dan memeluknya. Madhvi mengeryitkan kening, mencium aroma alkholo dari Sagar. Setelah melepaskan pelukannya, tanpa di tanya Sagar mengatakan kalau dirinya baik saja dan meminta ibunya agar tidak khawatir. Rudra menyuruh Sagar peri ke kamarnya dan tidur. Sagar menurut. Dia pergi menaiki tangga di kuti tatapan Madhvi dan Rudra.

Rudra menjelaskan pada mahdvi kalau Sagar pergi denganya dengan terpaksa, "karena setelah apa yang terjadi pada SUpriya dan Prabha dia terlihat tegang butuh relax sejenaknya.." mahdvi menyela kalau alkophol tidak membuat orang tenang. Rudra mengerti dan meminta maaf, "tapi ku mohon, jangan marahi dia... karena aku yang mengajaknya. Aku bermaksud baik.." Madhvi tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia memberitahu Rudra kalau dirinya sangat senang melihat Rudra memperhatikan Sagar dengan baik seperi seorang kakak, "terima kasih..." Rudra melarang Madhvi mengatakan itu...dan meminta maaf karena telah mengganggunya malam-malam begini. Rudra lalu mengucapkan selamat malam danpergi ke kamarnya.

Madhvi mengangguk sambil tersenyum. Rudra pun berbalik dan melangkah pergi. Tanpa sengaja Madhvi melihat kemeja yang menempel di pinggang Rudra basah oleh darah. Madhvi berteriak kaget, "Rudra...?" Rudra menghentikan langkahnya dan menoleh. Madhvi mendekat dan menunjuk pinggangnya, "itu kenapa? Apakah kau terluka?" Rudra menatap kearah pinggangnya dengan wajah tegang. Rudra menjawab kalau dirinya baik-baik saja. mahdvi hendak mengambilkan P3K, tapi Rudra melarang, "aku akan mengobatinya sendiri, ini hanya luka kecil." Lalu dai mengucapkan selamat malam dan melanjutkan langkahnya di ikuti tatapan heran dari Mahdvi.

Polisi dan petugas rumah sakit membawa mayat Akhtar pergi di iringi dengan tangisan histeris Zoya yang melarang mayat suaminya di bawah pergi karena dia tak bisa hidup tanpanya. Rahat dan Gangaa serta dolly dan preema coba menenangkan Zoya, tapi sia-sia. Zoya terus-menerus meminta agar AKhtar tidak di bawa, "bagaimana kau akanhidup tanpa aktar...?" Semua orang coba menenangkaan Zoya. Sambil memeluk Zoya, Rahat berkata, "ya Allah, mengapa Kau biarkan hal seperti ini terjaid apda anakku..yang tak poernah beruat jahat pada orang lain..." Ambulans membawa pergi mayat Akhtar. Polisi dan pejalan kaki menatap mereka denga rasa iba. Zoya lalu di bawa masuk ke rumah.

PREV  1  2