Sinopsis Gangaa episode 379 by Meysha Lestari

Sinopsis Gangaa episode 379 by Meysha Lestari. Rudra masih tidur ketka Sagar dan Ragini bermain tepuk nyamuk. Karena terlalu berisik, Rudra tersentak bangun. Melihat itu, Sagar merasa bersalah dan meminta maaf. Rudra turun dari tempat tidur, Ragini menghampirinya dan menanyakan tentang lukanya. Rudra terlihat tegang dan enggan menjawab karena di situ ada Sagar. Apalagi Sagar menatap Rudra dengan aneh. Rudra memberitahu Ragini kalau hari ini mereka akan pulang. Madhvi yang datang bertanya, "mengapa?" Rudra memberitahu kalau dirinya harus melakukan pemujaan untuk leluhurnya. Ragini merenggek, menolak untuk pulang, dia ingin bermain dengan Sagar. Kesal dengan renggekan Ragini, Rudra membentaknya. Madhvi dan sagar sampai kaget. Begitu sadar, Rudra senegar minta maaf pada Ragini dan membujuknya agar mau mendengar kata-katanya.

Sagar mendapat ide, dia menyarankan agar pemujaan leluhur Rudar di lakukan di rumahnya saja. Rudra menolak karena tidak ingin merepotkan. Sagar membujuknya dan berkata kalau nenek pasti senang. Mahdvi juga setuju dengan saran itu. Ahirnya Rudra setuju dan ragini sangat senang karena tidak perlu pegri meninggalkan Sagar.

 
DI rumah Rahat, Polisi sedang menanyai Zoya tentang kronologis peristiwa pembunuhan Akhtar. Dengan suara terbata-bata dan di saksikan oleh rahat, Gangaa dan lain-lain, Zoya coba untuk mengingat kembali kejadian traumatis yang menimpanya. Zoya bercerita bahwa begitu dia dan Akhtar tiba di Banaras, mereka mampir ke pasar terlebih dahulu. Akhtar sedang menurunkan barang ketika Zoya peri melihat-lihat saree untuk Rahat. Setelah beberapa saat dan Alhtar tidak menyusul, Zoya kembali untuk memanggilnya. Tapi Akhtar sudah tidak ada. Zoya bertanya pada seorang pria, dan pria brewok itu menunjukan kemana Akhtar pergi. Pria itu menawarkan diri untuk mengantar ZOya menemui Aktar. Zoya setuju.

Pria itu membawa ZOya melewati lorong-lorong yang panjang dan sepi. Zoya terus bertanya apakah masih jauh? tapi si pria mengatakan kalau sudah dekat. Zoya terlihat sedikit curiga dan takut. AKhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu. SI pria mengatakan kalau Akhtar ada di dalam rumah itu. Zoya mempunyai firasat buruk dan menolak masuk ke rumah itu. Dia berniat untuk kabur ketika seorang pria berbaju ungu datang menghadangnya. Dengan paksa pria brewok dan pria berbaju ungu memaksa Zoya masuk ke rumah..

Sampai di situ, ZOya menghentikan ceritanya. Wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya gemetar. Polisi bertanya kelanjutannya. Zoya terlihat ragu., rahat dan Gangaa menguatkan dan memberinya semangat. Akhirnay Zoya melanjutkan ceritanya.

Di dalam rumah itu, Zoya bertemu dengan Akhtar. Melihat zoya sangat ketakutan, AKhtar melawan melawan pria berbaju ungu itu. Pri aberbaju ungu mengeluarkan sebilah belati dan menusuk AKhtar di perut. AKhtar terkapara seketika. Zoya berteriak histeris..

Pulkit menatap Supriya yang duduk melamun di atas tempat tidur dengan hati sedih. Melihat Suprya menangis, Pulkit ikut menitikan airmaata. Tapi dia coab menguatkan diri. Setelah menghapus airmatanya, Pulkit mendekati Supriya dan menunjukan 2 tiket film yang telah di belinya. Dia mengajak Supriya nonton film di Cinema. Supriya teringat anaknya dan menangis. Pulkit menenangkannya dan membujuknya. Sagar masuk ke kamar Pulkit dan melihat semua itu.

Sagar berdehem, Pulkit segera menjauhkan dirinya dari SUpriya. Sagar membeirtahu mereka kalau di rumah Rudra akan mengadakan Mahapuja di rumah mereka. Dia meminta Supriya membantunya membuat prasad. Pulkit keberatan dan mengur Sagar. Tapi Sagar memaksa, tanpa menunggu jawaban Supriya, Sagar memastikan kalau Supriya pasti tidak keberatan. Sagar membantu Supriya turun dari tempat tidur. Begitu Supriya keluar kamar, Pulkit segera menegur Sagar, "Sagar apa yang kau lakukan? Kau tahu kondisi Supriya belum membaik... dokter menyarankan dia agar beristirahat..." Sagar menyahut, "aku tahu, kak Pulkit. Tapi aku tidak ingin kakak termenung dan bersedih sepanjang hari di sini... bisa-bisa dia depresi. Ini kesempatan baginya untuk menyibukan diri dan melupakan kesedihannya oitu..." Pulkit menyadari niat baik Sagar dan mengucapkan terima kasih.

PREV  1  2