Sinopsis Gangaa episode 393 bag 2 by Meysha Lestari. Si wanita lalu melangkah kedepan mobil dan mengelar 3 lembar kain. Dia lalu peri kesamping mobil dan mengajak Gangaa turun. Gangaa menurut. Dia menuntun Gangaa ke depan mobil. Gangaa bertanya, "anda siapa?" SI wanita menjawab, "Sarkhi." Tiba di depan mobil, Dolly, mamta dan lain-lain datang. Mereka bertanya bagaimana mereka akan pergi ke rumah sakit? Sarkhi menunjuk kain yang tergelar di taanah dan menyuruh Gangaa berbaring. Mereka lalu mengikat ketiga kain tersebut menjadi satu dan menjadikannya tandu. Beberapa pria mengangkat Gangaa dan membawanya pergi mengikuti iring-iringan mobil yang membawa patung dewa hingga tiba di depan sebuah kuil.
Gangaa sudah tidak tahan lagi. Mereka tidak jadi membawa Gangaa ke rumah sakit tapi masuk ke depan sebuah kuil. Gangaa di baringkan di salah satu ruangan yang di batasi dengan kain-kain bermotif. Para wanita lalu mengusir para pria agar keluar. Gangaa lalu mengejan dengan di kelilingi oleh para wanita. Mereka semua memberi semangat pada gangaa agar tidak putus asa dan terus sberusaha. Gangaa menarik bafas dalam-dalam, lalu melepaskannya. Semua orang menunggu dengan harap-harap cemas dan terus memberi semangat. Setelah berkali-kali mengejan, akhirnya terdengar tangisan bayi. Semua menarik nafas lega. Sarkhi menatap bayi yang baru lahir dengan tatapan tajam dan seulas senyum. Dia mendekati bayi itu, mengendongnya. lalu memberikannya pada mamta.
Setelah terbungkus rapi, mamta menyerahkan bayi itu pada gangaa dan memberitahunya kalau bayinya perempuan. Gangaa menyambut bayi itu dalam dekapannya dnegan senyum bahagia. Smeua orang memuji bayi Gangaa yang cantik dan imut. Semua orang menggendongnya bergantian. Gangaa menatap sekeliling menacari Sarkhi. Tapi tidak melihat orang itu. Gangaa lalu bertanya pada Mamta tentang Sarkhi. Mamta menatap sekeliling dan berkata kalau dia tidak ada. Gangaa mmberitahu Mamta kalau namanya sarkhi dan dia seorang janda. Mamta menggeleng, "dia bukan dari asrama kami.." Gangaa heran, "aku hanya ingin berterima kasih ata sbantuannya.." Mamta sama sekali tidak tahu siapa wanita it dan berkata, "mungkin tuhan mengirimnya untuk menolong mu dan anakmu." Gangaa bertanya, "mengapa tuhan hanya mengirim seorang janda?" Mamta menjelaskan masa lalu Gangaa yangdi bersarkan di kalangan para janda dan memiliki hubungan dengan mereka. Gangaa terdiam, meski terlihat tidak puas dengan penjelasan mamta.
Niru datang. Dia melihat Gangaa bersama bayinya dan tersenyum bahagia. Niru mengamati bayi Gangaa dan berkata, "dia persis seperi Sagar saat masih bayi hanya matanya seperti Gangaa.." Gangaa dan yang lain-lain tersenyum. Niru ingin memberitahu Sagar. Tapi Gangaa melarang. Tapi Niru bersikeras dantetap menelpon sagar.
Sagar ada di london. DIa sedang menuruni tangga ketika hpnya berdering. Sagar melihat nama penelpon, ragu-ragu sebentar lalu mengangkatnya, "ada apa?" Niru menyuruh Sagar mendengarkan sebuah suara. Niru dengan loud speaker mendekatkan hpnya di dekat bayi Gangaa yang sedang menangis. Sagar mendengar suara tangisan itu dan tertegun sesaat. Tapi kemudian dia tersadar dan berkata dengan acuh tak acuh, "itu anak Gangaa, aku tidak ada hubungan dengannya.." Lalu tanpa berkata apa-apa lagi, Sagar menutup telponnya. Gangaa terlihat kecewa, begitu pula Niru dan yang lainnya. Gangaa memeluk bayinya danberkata, "dia hanyalah puteriku...puteriku saja.." Gangaa mencium bayinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Niru lalu mengambil bayi munggil itu dari pelukan Gangaa, menimang-nimangnya sejenak, lalu menciumnya lembut sambil berkata, "ini cucu Niranjan Chaturvedi.."
Gangaa tersneyum melihat apa yang di katakan Niru. Tiba-tiba muncul Sarkhi di belakang Niru. Gangaa melihatnya. Wanita itu tersenyum pada Gangaa lalu lenyap di depan patung Khrisha. Gangaa tertegun takjub. Niru menanyai Gangaa siapa nama puterinya. Gangaa menatap patung Khrishna dan menjawab, "Krishna..." Semua yang mendengar tersenyum menggumankan namanya, "Krishna..." Niru menimang cucunya dan membelainya sambil memangilnya, Krishna..." Sinopsis Gangaa episode 394 by meysha Lestari.
