Sinopsis Gangaa episode 347 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 347 bag 2  by Meysha lestari.  Gangaa memberitahu Sagar kalau dirinya tegang memikirkan uang. Sagar memaksa Gangaa meminum susu itu, "ini susu coklat.." Lalu keduanya berdiskusi untuk mencari solusi atas masalah yang sedang membelit nenek. Sagar meminta gangaa agar tidak berpikir terlalu banyak dan segera meminum susunya. Gangaa menolak. Sagar menantang Gangaa agar menghabiskan susu itu sekali minum. Gangaa menerima tangtangan itu dengan terpaksa. Sambil memencet hidungnya, gangaa meminum susu coklat buatan Sagar sampai habis. Sagar menyemangatinya. Gangaa meminum habis susu coklat itu meski dia sempat tersedak dan terbatuk-batuk. Sagar tertawa melihat Gangaa. Dan saat dia melihat ada kumis susu di bibir Gangaa, Sagar segera mengelurkan androidnya dan meminta gangaa berpose. gangaa menurut. Sagar lalau memotret Gangaa dan tertawa terbahak-bahak. Gangaa curiga, "Sagar kenapa kau tertawa?" Sagar menunjukan fotonya. Gangaa melihat kumis susu di bibirnya dan segera meminta Sagar menghapus foto itu. Sagar menolak. Gangaa coba merebut hp Sagar. Sagar berusaha menjauhkannya dari jangkauan Gangaa. Gangaa terus mencoba, Sagar terus mengelak. Hingga tubuh keduanya saling berdekatan.

 
Sagar tersentak. Dia segera menghentikan upayanya menjauhkan hp dari Gangaa dan berbalik mendekatkan tubuhnya ke arah Gangaa. Gangaa juga tersentak kaget dan sedikit salah tingkah menyadari kedekatan tubuh keduanya. Sagar dan Gangaa menikmati kedekatan itu. Tubuh keduanya saling menmepel. Gangaa sedikit tersentak ketika Sagar meraih pinggangnya tapi tida menolak. Wajah keduanay begitu dekat dan hampir saja berciuman jika tidak terdengar deheman Prabha.

Sagar dan Gangaa tersentak kaget dan segera menjauhi satu sama lain. Mereka menatap Prabha dengan tersipu kakau. Prabah tersenyum kecil. Dia menatap Gangaa dan berkata kalau ingi mendiskusikan sesuatu dengannya. Prabah minta izin pada Sagar untuk mengajak Gangaa bersamanya. Sagar mengizinkan. tanpa menunggu lebih lama, Prabah segera menarik pergelangan tangan Gangaa dan membawanya pergi. Gangaa terlihat enggan. Dia menatap Sagar. Sagar mengingatkan Gangaa akan kumis susu di bibirnya. Gangaa cepat-cepat mengelapnya.

Prabha bertanay apda Gangaa pakaha dia sudah punya cara untuk membantu nenek membayara hutanganya? Gangaa menggeleng, "aku belum tahu caranya." Prabha coba  menunjukan perhatiannya pada nenek, "dia akan di hina dan mendapat malu kalau tidak bisa membayar pinjaman itu. Aku sudah memutuskan untuk menjual perhiasan itu.." Gangaa kaget dan melarang Prabha melakukan itu. Prabha berkata kalau dirinya tak tahu harus bagaimana lagi. Dia berusaha berpikir keras. lalu keluar dengan satu ide, "hanay ada satu jalan.. ayo ikut aku!" Gangaa menurut. Prabah mengeluarkan sebuah koper biru dari bawah meja dan membukanya. Gangaa menatap koper biru itu dan teringat bagaimana dia pernah bertengkar dengan nenek gara-gara koper itu.

Prabha membuka koper biru itu dan mengeluarkan sebuah kantong bewarna merah dan meyodorkan pada Gangaa, "kau bisa menjual perhiasan ini. Kau kan sangat perduli dengan nenek dan bisa melakuan apapun untuknya." Itu adalah perhiasan yang di pakai Gangaa sebagai pengantin di hari yang naas itu. Gangaa teringat bagaimana ayanay membelikan perhiasan itu dan para wanita memasangkan di tubuhnya. Gangaa menatap perhiasan itu dan berkata, "tidak bibi, aku tidak bisa menjualnya, ini bukan perhiasan tapi restu, cinta dan memori tentang ayahku. AKu tidak akan bisa menjualnya.."

Prabha mengomeli Gangaa, "kalau begitu kau harus bersiap-siap untuk melihat sebuah drama di rumah ini besok. Aku harus melihat betapa perudlinya Gangaa pada rumahnya, atau kau cuma omong besar belakan.." Gangaa terdiam tak tahu harus berkata apa. Setelah cukup lama, Ganga berkata, "aku tidak bisa melakukannya bibi, karena ini adalah kenangan terakhir dari ayahku..."

Prabha pura-pura putus asa, "maafkan aku karena mengatakan ini. Karen aku tidak tahu betapa mudahnya berkata dari pada melakukannya. Dan orang-orang benar, bahwa Gangaa tidak akan berkorban untuk apapun atau siapapun. Karen adia sangat egoius dan mementingkan diri sendiri...." Prabha coba mengungkit-ungkit semua kebaikan yang telahd i lakukan keluarga Chaturvedi pada Gangaa, tapi Gangaa malah membuang kesempatan untuk membalas kebaikan mereka dengan menolak menjual perhiasan itu untuk membantu nenek. Prabah menanyai Gangaa, "apakah menurutmu terlalu berlebihan untuk menjaga kehormatan nenek?"

Gangaa tertuduk di depan koper biru itu dan mengamati satu persatu barang-barang kenangannya masa kecil. Ada baju nya, sepeda kayu dari ayahnya. Gangaa menatap barang-barang itu dan menjadi sangat emosi. Sambil menangis Gangaa memberitahu Prabah kalau dirinya tdaik bsia menjual kenangan itu. Prabah berkata dengan kesal, "ya sudah simpan saja barang-barang itu olehmu. Karena perhiasan ini lebih penting bagimu daripada apapun. Dan aku akan menjual perhiasanku sendiri untuk membantu nenek..." Prabah terus mengulang kata-katanya dengan mengatakan kalau Gangaa egosi dan mementingkan diri sendiri. Puas menghina dan mengomeli Gangaa, Prabha pergi.

Sagar turun dari lantai atas dengan rasa ingin tahu. Dia menatap kepergian Prabha lalu menoleh kearah Gangaa yang masih terduduk sambil memeluk koperbiru miliknya. Sagar menanyai Gangaa, "Gangaa, kau kenapa? Apa yang terjadi?" Gangaa tersadar dari kenangan masa kecilnya dan menjawab pertanyaan Sagar, "tidak apa-apa..." Sagar mendekati Gangaa, tapi Gangaa berdiri lalu pergi meninggalkan Sagar sambil membawa koper birunya.

Tiba di kamar, Gangaa membuka kembali kopernya lalau menatap perhiasan dalam kantung merah itu. Gangaa bicara sendiri, "bibi Prabah boleh mengatakan apapaun tapi aku takbisa jauh dari kenangan ku apapun caranya..." Tiba-tiba terdengar suara ayah Gangaa berkata kalau dirinya tiak keberatan. Gangaa menatap ayahnya dengan gembira, "ayah..." Gangaa berkat apad aayahnya tentag pentingnya benda itu bagi dirinya, karena ada kenangan nya di sana. Ayah Gangaa menasehati Gangaa, "apa kau akan melupakan aku jika membuang bena itu jauh darimu? AKu tidak tinggal di dalam perhiasan itu, tapi dalam hatimu. Jadi jangan terlalu terikat pada apapun, karena kebahagiaanmu tidak tergantung padanya. jadi lepaskanlah. karena meskipun perhiasan itu tidak ada bersamamu, aku akan selalu ada di hatimu, di jiwamu dan dalam kepribadianmu setiap kalai kau berpihak pada kebenaran. Kau mengerti?" Ganga mengangguk. Ayah Gangaa lalu mencium kening Gangaa. Gangaa memejamkan mata. Saat gangaa membuka kembali matanya, ayahnya sudah lenyap... SInopsis Gangaa episode 348 by meysha lestari.
 
PREV  1  2  NEXT