Sinopsis Gangaa episode 372 bag 2

Sinopsis Gangaa episode 372 bag 2 by Meysha Lestari.  Demo mendukung Gangaa kembali berlangsung dikampus. Demo itu diliput oleh media massa. Bahkan Gangaa di wawancarai oleh salah satu stasiun Tv. Gangaa mengutarakan keadaannya dan keadilan yang di tuntutnya. Para dosen yang melihat demo itu tak bisa berbuat apa-apa. Mereka pergi begitu saja. Tak lama kemudian peon datang untuk memanggil Gangaa bahwa meeting akan di mulai. Gangaa hendak pergi mengikuti si peon ketika Rahat menahannya, "Gangaa, aku akan menemanimu.." Tapi Peon melarang, "tidak, nyonya. Hanya dia saja yang boleh datang.." Gangaa menyentuh tangan rahat, "jangan kahwatir Rahat ma.." Teman-teman Gangaa mengacungkan jempol sambil mendoakan kesuksesan untuknya. Gangaa tersneyum haru dan mengucapkan terima kasih.

 
Waktu Gangaa masuk ke ruangan meeting, telah berkumpul dewan komite kampus. Begitu melihat Gangaa, bu kepala langsung menegurnya, "apa yang kau lakukan Gangaa? bagaimana kau bisa menghasutteman-teman sekelasmu untuk demo mendukungmu..." Bu kepala menegaskan bahwa sekarang mereka akan melakukan meeting untuk menentukan nasibnya. Gangaa berdiri tertegun. Tiba-tiba pintu terbuka, Niru dan Sagar masuk. Gangaa menoleh. Ketiganya salingbertatapan dan terlihat jenggah.

Niru dan Sagar duduk di kursi sementara gangaa masih berdiri. Bu kepala memperkenalkan Niru dan Sagar sebagai penasehat hukum mereka. Bu kepala merasa yakin dengan saran mereka apapun yang mereka sarankan komite akan menyetujuinya. Gangaa berkata kalau dia yakin hakim Niranjan dan anaknya akan mengabil keputusan yang baik.

Sagar menatap Gangaa dan berkata sebagai penasehat hukum kampus tidak ingin kalau drama ini di teruskan. Mereka harus berunding untuk mendapatkan kesepakatan dan keputusan secara dewasa dan mereka tidak perduli dengan hidup pribadi orang lain. Gangaa tetap pada pendiriannya dan berkata kalau dirinya tidak melakukan hal yang salah.

Madhvi sedang mengajari Supriya memintal benang ketika Prabha datang sambil membawa sup. Supriya menolak untuk meminumnya.Tapi Madhvi membujuknya. Untuk menyenangkan mertuanya, Supriya terpaksa meminum sup itu. Prabah dengan tatapan aneh memujinya, "sangat bagus!" Tapi baru beberapa suap, Supriya terbatuk-batuk. mahdvi menyuruh Prabha mengabil air minum. Supriya masih terus batuk. Dia menutup mulutnya dnegan sapu tangan putih. Saat dia melihat ke saputangan, ada darah di sana. Supriya tertegun. Madhvi tersentak kaget. Keduanya lalu saling pandang.

Suasana hening di ruang meeting. Niru mengatakan kalau dia di sini untuk memberi nasehat dan pada dewan komiter secara hukum untuk menentukan nasib Gangaa atas apa yang telah di peruatnya. Gangaa memanggil Niru dengan sebutan "yang Mulia". Niru menjelaskan kalau di situ dia tidak sedang dalam kapasitas sebagai hakim, tapi hanya sebagai pensehat hukum saja. Gangaa yakin kalau masa depan dirinya ada di tangan Niru.

Paraangota dewan komite menanyai Gangaa tentang apa yangs udah di lakukannya. Seperti mengumpulkan mahasiswa untuk protes serta kehamilannya dan sebagainya. Gangaa menanyai Sagar dan Niranjan, apakah pendapat para dewan komite tidak akan salah atau hanya Gangaa saja yang tidak mungkin benar? Niru terdiam dalam kebingungan. Gangaa mengungkapkan pendapatnya tentang ketidak adilan yang sedang dia alami, bahwa dia merasa di perlakukan tidak adil karena masyarakat memutuskan apa yang harus dilakukan terhadap anaknya bedasarkan prasangka. Gangaa bahkan berani menanyai dewan komite apakah semua itu hanya penapat mereka dan bukan pendapat masyarakat? Kalau mereka menjawab iya, maka alasan mereka mengeluarkan dirinya dari sekolah adalah karena kehamilannya... Sinopsis Gangaa episode 373 by Meysha lestari.

PREV  1  2  NEXT