Sinopsis Gangaa episode 372 by Meysha Lestari. Gangaa duduk dengan bingung di kelilingi Rhata, Preema, Dolly dan Kashis. Mereka mendiskusikan nasib Gangaa. Ada yang menyuruhnya pindah kampus, ada yang mengusulkan agar mengadakan korespondensi dan lain-lain. Mereka bahkan saling ribut sendiri saat menjelaskan usulnya. Sampai Rahat Ma menyuruh mereka semua diam, "diam...diam! Jangan bicara lagi! Gangaa, katakan, apa yang kau inginkan?" Semua orang menunggu jawaban Gangaa dengan cemas. Gangaa berkata kalau dia tahu apa yang harus di lakukan..
Esok harinya, Gangaa dan keluarga pergi ke kampus sambil membawa slogan. Dia dan Rahat ma dkk melakukan protes terbuka di halaman kampus. Dengan bersemnagat mereka meneriakan yel-yel meminta keadilan untuk Gangaa. Melihat itu, teman-teman baik Gangaa di kampus ikut bergabung. Mereka juga meminta teman-temannya agar memberi dukungan. Satu persatu mahasiswa yang hatinya terketuk bergabung dengan Gangaa dkk. Bahkan Reema teman baik Gangaa yang semula acuh tak acuh ikut bergabung mengupayakan keadilanbagi Gangaa. Semakin lama, banyak mahasiswa yang ikut.
Bu Kepala keluar dan bertanya, "ada apa ini?" Dia menegur Gangaa dan Mahasiswa karena mengadakan demo dan menyuruh mereka semua kembali ke kelas untuk belajar. Tapipara demonstran tidak bergeming. Bu kepala marah dan mengancam akan mengadakan meeting dengan manajemen dan mengskors semua mahasiswa yang ikut demo. Mendengar itu, Gangaa jadi tegang. Begitu juga mahasiswa yang lain.
Nenek berdiri di tengah ruangan sambil berguman tak jelas. Prabha datang menghampirinya dan mengajaknya bicara. Tak lama kemudian Niru dan Sagar datang, di iringi dengan Pulkit, Rudra dan Madhvi. Niru membawa piala penghargaan di tanganya. Nenek menyambutnya dengan gembira. Semua tertawa gembira. Nenek lalu mengambil nampan pemujaan dan melakukan arti di depan Niru setelah lebih dulu memasangkan tilak di keningnya. Nenek memuji Niru dan berkata kalau keluarga Chaturvedi mendapat nama karena Niru. Sagar dan yang lain-lain tertawa. Nenek menyuruh Sagar dan Pulkit meniru ayahnya. Pulkit mengangguk takzim.
Niru menyerahkan piala penghargaanya pada nenek dan berkata kalau apa yang di perolehnya adalah berkat seluruh keluarga sehingga penghargaan itu juga milik mereka semua. Nenek sampai terharu mendengarnya. Prabha memeritahu semua orang kalau nenek sangat gembira. Tiba-tiba hp Niru berdering. Dan mendapat kasus baru. Nenek mengajak Niru dan yang lain makan makan. Semua melangkah pergi. Sagar menatap Rudra dan mengangguk. Begitu pula Madhvi. Rudra membalas anggukan mereka sambil tersenyum bahagia.
Gangaa dan pendukungnya duduk menunggu di depan kampus hingga malam menjelang. Terlihat wajah-wajah cemas dan letih. Tapi mereka semua sangat konsisten dan tidak meninggalkan Gangaa.
Esok harinya, Nenek memanggil Madhvi yang sedang memasang sindoor. Madhvi segera menghampiri nenek. Nenek menyerahkan prasad padanya agar di berikan pada semua orang. Nenek menanyakan Niru dan Sagar. Madhvi memberitahu kalau mereka peri melakukan kerja. Nenek sangay senang karena segalanya telah kembali sepetri semula setelah tragedi Gangaa.
